Halaman

    Social Items

Cerita Sex Panas Primadona Sekolah Hari telah senja awan mendung pun mulai menyelimuti kota metropolitan ini membuat suasana semakin gelap, di saat itu di sebuah SMU Negeri terkenal di kota itu nampak gadisgadis membubarkan diri dari sebuah ruang aula olahraga. Mereka mengakhiri latihan rutin paduan suaranya.


Tawa dan canda khas gadisgadis SMU mengiringi mereka bubar, satu demi satu mereka keluar dari halaman sekolah yang telah gelap itu. Sementara itu suara gunturpun terdengar pertanda hujan akan segera turun. Ada yang dijemput oleh orangtuanya, adapula yang membawa mobil pribadi, dan ada juga yang menggunakan angkutan umum.


Aku sangatlah hafal dengan aktifitas anakanak SMU ini, karena memang sudah hampir sebulan ini aku bekerja sebagai tukang cat disekolah ini. Usiaku memang sudah tidak muda lagi, saat ini aku berusia 48 tahun. Aku adalah seorang duda, istriku sudah lama minggat meninggalkanku setelah mengetahui aku tengah melakukan hubungan intim dengan keponakannya.

Reputasiku sebenarnya lebih banyak didunia hitam, dulu aku dikenal sebagai seorang germo yang aku sambi dengan berdagang ganja. Namun beberapa bulan yang lalu semua para wanita yang aku jajakan terkena razia dan kemudian bisnis ganjaku hancur setelah kurir yang biasa membawa ganja ditembak mati oleh aparat.


Di sekolah ini aku tidaklah sendirian aku masuk bekerja dengan sahabatku yang bernama Charles yang seorang residivis kambuhan. Usianya tidak begitu jauh denganku yaitu 46 th, perawakannya tinggi besar rambutnya panjang dan kumal. Kami berdua sengaja hidup berpindahpindah tempat. Kami bukanlah pekerja tetap di sekolah ini, kami hanya mendapat order untuk mengerjakan pengecatan kusenkusen pintupintu kelas di sekolah ini.


Kami tidak dibayar mahal namun kami memiliki kebebasan untuk tinggal dilingkungan sekolah ini. Maklumlah kami adalah perantau yang hidup nomaden. Di antara gadisgadis tadi, ada salah seorang yang paling menonjol. Aku sangatlah hafal dengannya. Karena memang dia cantik, lincah dan aktif dalam kegiatan sekolah, sehingga akupun sering melihat dia mondarmandir di sekolahan ini.


Adinda Wulandari namanya. Postur tubuhnya mungil, wajahnya cantik dan imutimut, kulitnya putih bersih serta wangi selalu, rambutnya ikal panjang sebahu dan selalu diikat model ekor kuda. Penampilannyapun modis sekali, seragam sekolah yang dikenakannya selalu berukuran ketat, rok seragam abuabunya berpotongan sejengkal di atas lutut sehingga pahanya yang putih mulus itu terlihat, ukuran roknyapun ketat sekali membuat pantatnya yang sekal itu terlihat menonjol, sampaisampai garis celana dalamnya pun terlihat jelas melintang menghiasi lekuk pantatnya, tak lupa kaos kaki putih selalu menutupi betisnya yang putih mulus itu.


Tidak bisa kupungkiri lagi aku tengah jatuh cinta kepadanya. Namun perasaan cintaku kepada Adinda lebih didominasi oleh nafsu sex semata. Gairahku memuncak apabila aku memandanginya atau berpapasan dengannya disaat aku tengah bekerja di sekolah ini. Ingin aku segera meyetubuhinya. Banyak sudah pelacurpelacur kunikmati akan tetapi belum pernah aku menikmati gadis perawan muda yang cantik dan sexy seperti Adinda ini. Aku ingin mendapatkan kepuasan itu bersama dengan Adinda. Agen Maxbet


Informasi demi informasi kukumpulkan dari orangorang disekolah itu, dari penjaga sekolah, dari tukang parkir, dari karyawan sekoah. Dari merekalah aku mengetahui nama gadis itu. Dan dari orangorang itupun aku tahu bahwa Adinda adalah seorang siswi yang duduk di kelas 2, umurnya baru 16 tahun. Beberapa saat yang lalu dia merayakan hari ulang tahunnya yang ke16 di kantin sekolah ini bersama temantemannya sekelas. Diapun termasuk siswi yang berprestasi, aktif dalam kegiatan paduan suara dan paskibra di sekolah ini. Dan yang informasi terakhir yang kudapat bahwa dia ternyata adalah salah seorang finalis foto model yang diselenggarakan oleh sebuah majalah khusus untuk remaja putri terkenal di Negeri ini dan bulan depan dia akan mengikuti seleksi tahap akhir.


Kini disaat sekolah telah sepi salah satu dari gadisgadis anggota paduan suara tadi itu tengah merintihrintih dihadapanku. Dia adalah gadis yang terakhir kalinya masih tersisa di dalam sekolah ini, yang sedang asyik bercanda ria dengan temannya melalui HPnya, semetara yang lainnya telah meninggalkan halaman sekolah. Beberapa menit yang lalu melalui sebuah pergulatan yang tidak seimbang aku telah berhasil meringkusnya dengan mudah, kedua tangannya kuikat dengan kencang kebelakang tubuhnya, dan mulutnya kusumpal dengan kain gombal. Setelah itu kuseret tubuhnya ke bangsal olahraga yang berada di bagian belakang bangunan sekolah ini.


Tidak salah salah lagi gadis itu adalah Adinda, gadis cantik sang primadona sekolah ini yang telah lama kuincar. Aku sangat hafal dengan kebiasaannya yaitu menunggu jemputan supir orang tuanya di kala selesai latihan sore dan sang supir selalu terlambat datang setengah jam dari jam bubaran latihan. Sehingga dia paling akhir meninggalkan halaman sekolah. Kini dia meringkuk dihadapanku, dengan tangisannya yang teredam oleh kain gombal yang kusumpal di mulutnya.


Sepertinya dia memohonmohon sesuatu padaku tetapi apa peduliku, air matanya nampak mengalir deras membasahi wajahnya yang cantik itu. Sesekali nampak dia merontaronta mencoba melepaskan ikatan tali tambang yang mengikat erat di kedua tangannya, namun siasia saja, aku telah mengikat erat dengan berbagai simpul. Game Live Casino Online Terpercaya


Posisinya kini bersujud di hadapanku, tangisannya kian lama kian memilukan, aku menyadari sepenuhnya bahwa dia kini tengah berada dalam rasa keputusasaan dan ketakutan yang teramat sangat di dalam dirinya. Kunyalakan sebatang rokok dan kunikmati isapan demi isapan rokok sambil kutatap tajam dan kupandangi tubuh gadis cantik itu, indah nian tubuhnya, kulitnya putih bersih, pantatnya sekal berisi. Agen Maxbet Terpercaya


Kunikmati rintihan dan tangis gadis cantik yang tengah dilanda ketakutan itu, bagai seseorang yang tengah menikmati alunan musik di dalam ruangan sepi. Suara tangisnya yang teredam itu memecahkan kesunyian bangsal olahraga di sekolah yang tua ini. Sesekali dia merontaronta mencoba melepaskan tali ikatan yang mengikat kedua tangannya itu.


Lama kelamaan kulihat badannya mulai melemah, isak tangisnya tidak lagi sekeras tadi dan sekarang dia sudah tidak lagi merontaronta mungkin tenaganya telah habis setelah sekian lamanya menagis meraungraung dengan mulutnya yang telah tersumbat. Sepertinya di dalam hatinya dia menyesali, kenapa Heru supirnya selalu terlambat menjemputnya, kenapa tadi tidak menumpang Desy sahabat karibnya yang tadi mengajaknya pulang bareng, kenapa tadi tidak langsung keluar dari lingkungan sekolah di saat latihan usai, kenapa malah asyik melalui HP bercanda ria dengan Fifi sahabatnya. Yah, semua terlambat untuk disesali pikirnya, dan saat ini sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada dirinya.


Beres Yon.., pintu pagar depan sudah gue tutup dan gembok, terdengar suara dari seseorang yang tengah memasuki bangsal.


Ternyata Charles dengan langkah agak gontai dia menutup pintu bangsal yang mulai gelap ini.


OK.. Sip, gue udah beresin nih anak, tinggal kita pake aja.., ujarku kepada Charles sambil tersenyum.


Kebetulan malam ini Pak Parijan sang penjaga sekolah beserta keluarganya yang tinggal di dalam lingkungan sekolah ini yaitu sedang pulang kampung, baru besok lusa mereka kembali ke sekolah ini. Mereka langsung mempercayakan kepada kami untuk menjaga sekolah ini selama mereka pergi.


Maka tinggallah kami berdua bersama dengan Adinda yang masih berada di dalam sekolah ini. Pintu gerbang sekolah telah kami rantai dan kami gembok sehingga orangorang menyangka pastilah sudah tidak ada aktifitas atau orang lagi di dalam gedung ini. Pak Heru sang supir yang menjemput Adinda pastilah berpikiran bahwa Adinda telah pulang, setelah melihat keadaan sekolah itu.


Kupandang lagi tubuh Adinda yang lunglai itu, badannya bergetar karena rasa takutannya yang teramat sangat di dalam dirinya. Hujanpun mulai turun, ruangan di dalam bangsal semakin gelap gulita angin dinginpun bertiup masuk ke dalam bangsal itu, Charles menyalakan satu buah lampu TL yang persis diatas kami, sehingga cukup menerangi bagian disekitar kami saja. Kuhisap dalamdalam rokokku dan setelah itu kumatikan. Mulailah kubuka bajuku satu per satu, hingga akhirnya aku telanjang bulat. Batang kemaluanku telah lama berereksi semenjak meringkus Adinda di teras sekolah tadi.


Gue dulu ya.., ujarku ke Charles.


Ok boss.., balas Charles sambil kemudian berjalan meninggalkan aku keluar bangsal.


Kudekati tubuh Adinda yang tergolek dilantai, kurabaraba punggung gadis itu, kurasakan detak jantungnya yang berdebar keras, kemudian tanganku turun hingga bagian pantatnya yang sekal itu, kuusapusap pantatnya dengan lembut, kurasakan kenyal dan empuknya pantat itu sambil sesekali kutepoktepok. Badan Adinda kembali kurasakan bergetar, tangisnya kembali terdengar, sepertinya dia kembali memohon sesuatu, akan tetapi karena mulutnya masih tersumbat suaranyapun tidak jelas dan aku tidak memperdulikannya.


Dari daerah pantat tanganku turun ke bawah ke daerah lututnya dan kemudian menyelinap masuk ke dalam roknya serta naik ke atas ke bagian pahanya. Kurasakan lembut dan mulus sekali paha Adinda ini, kuusapusap terus menuju keatas hingga kebagian pangkal pahanya yang masih ditutupi oleh celana dalam.


Karena sudah tidak tahan lagi, kemudian aku posisikan tubuh Adinda kembali bersujud, dengan kepala menempel dilantai, dengan kedua tangannya masih terikat kebelakang. Aku singkapkan rok seragam abuabu SMUnya sampai sepinggang.


Waw indah nian.. Gadis ini gunamku sambil melototi paha dan pantat sekal gadis ini.


Kemudian aku lucuti celana dalamnya yang berwarna putih itu, terlihatlah dua gundukan pantat sekal gadis ini yang putih bersih. Sementara Adinda terus menangis kini aku memposisikan diriku berlutut menghadap ke pantat gadis itu, kurentangkan kedua kakinya melebar sedikit. Dengan jari tengahku, aku coba merabaraba selangkangan gadis ini. Disaat jari tengahku menempel pada bagian tubuhnya yang paling pribadi itu, tibatiba tubuh gadis ini mengejang. Mungkin saat ini pertama kali kemaluannya disentuh oleh tangan seorang lelaki.


Di saat kudapatkan bibir kemaluannya kemudian dengan jariku itu, aku korekkorek lobang kemaluannya. Dengan maksud agar keluar sedikit cairan kewanitaannya dari lobang kemaluannya itu. Tubuhnya seketika itu menggeliatgeliat disaat kukorekkorek lobang kemaluannya, suara desahandesahanpun terdengar dari mulut Adinda, tidak lama kemudian kemaluannya mulai basah oleh cairan lendir yang dikeluarkan dari lobang vaginanya.


Setelah itu dengan segera kucabut jari tengahku dan kubimbing batang kemaluanku denga tangan kiriku kearah bibir vagina Adinda. Pertama yang aku pakai adalah gaya anjing, ini adalah gaya favoritku. Dan..


Hmmpphh.., terdengar rintihan dari mulut Adinda disaat kulesakkan batang kemaluanku kebibir vaginanya.


Dengan sekuat tenaga aku mulai mendorongdorong batang kemaluanku masuk kelobang kemaluannya. Rasanya sangat seret sekali, karena sempitnya lobang kemaluan gadis perawan ini. Aku berusaha terus melesakkan batang kemaluanku kelobang kemaluannya dengan dibantu oleh kedua tanganku yang mencengkram erat pinggulnya.


Kulihat badan Adinda mengejang, kepala mendongak keatas dan sesekali menggeliatgeliat. Aku tahu saat ini dia tengah merasakan sakit dan pedih yang tiada taranya. Keringat terus mengucur deras membasahi baju seragam sekolahnya, namun harum wangi parfumnya masih terus tercium, membuat segarnya aroma Adinda saat itu, rintihanrintihan terdengar dari mulutnya yang masih tersumpal itu.


Dan akhirnya setelah sekian lamanya aku terus melesakkan batang kemaluanku, kini bobol sudah lobang kemaluan Adinda. Aku telah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluanku ke dalam lobang vaginanya. Kurasakan kehangatan di sekujur batang kemaluanku, dinding vagina Adinda terasa berdenyutdenyut seperti menguruturut batang kemaluanku.


Sejenak kudiamkan batang kemaluanku tertanam di dalam lobang vaginanya, kunikmati denyutandemi denyutan dinding vagina Adinda yang mencengkram erat batang kemaluanku. Selanjutnya kurasakan seperti ada cairan mengucur mengalir membasahi batang kemaluanku dan kemudian meluber keluar menetesnetes. Ah.. Ternyata itu darah, berarti aku telah merenggut keperawanan dari gadis cantik ini.


Sementara itu kepala Adinda kembali tertunduk di lantai, desah nafasnya terdengar keras, badannya melemas. Setelah itu, aku mulai memompakan kemaluanku di dalam lobang vaginanya. Kedua tanganku yang mencengkram erat pinggulnya juga membantu memajumundurkan tubuhnya. Badan Adinda kembali tegang, rintihan kembali terdengar. Semakin lama aku semakin mempercepat gerakanku, hingga tubuh Adinda tersodoksodok dengan cepat sesekali, badannya juga menggeliatgeliat.


Raut mukanya meringisringis akibat rasa sakit di selangkangannya. Hujanpun mulai turun dengan deras dan aku ingin menikmati rintihanrintihan dari gadis ini. Sementara aku terus menyodoknyodok dari belakang, aku putuskan untuk membuka gombal yang sedari tadi membekap mulutnya. Game Live Casino Online


Dan, Aakk.. Akkhh.. Oohh.. Ooh.. Iihh.. Oohh.., suara erangan Adinda kini terdengar, kunikmati suarasuara itu sebagai penghantar diriku yang tengah menyetubuhi gadis ini.


Suaranya menggema di seluruh bangsal olahraga ini, namun masih tertelan oleh suara derasnya hujan diluar. Adinda semakin terlihat kepayahan, tubuhnya melemah namun aku masih terus menggenjotnya, gerakanku semakin cepat.


Bosan dengan posisi itu aku cabut kemaluanku dari lobang vaginanya dan kulihat darah berceceran membasahi selangkangannya dan kemaluanku. Sejenak Adinda mendesahkan nafas lega, kubalik tubuhnya, dan kini posisi dia telentang. Setelah itu kurentangkan kedua kakinya dan kulipat hingga kedua pahanya menyentuh dadanya. Kulihat jelas kemaluan gadis ini, indah sekali. Bulubulunya yang masih jarangjarang itu tumbuh menghias di sekitar bibir kemaluannya.


Ohh.. Jangann Bang.. Ampun.. Bang.. Oohh.. Sakitt sekali.. Bang, terdengar Adinda merintih pelan memohon belas kasihan kepadaku.


Dengan menyeringai aku tindih tubuh Adinda itu. Kembali aku benamkan batang kemaluanku di dalam lobang vaginanya.


Aakkhh.., Adinda terpekik matanya terpejam, roman mukanya kembali meringis kesakitan dikala aku menanamkan batang kemaluanku ke dalam lobang kemaluannya.


Setelah itu aku kembali memompakan tubuhku, menggenjot tubuh Adinda. Batang kemaluanku dengan gaharnya mengaduk aduk, menyodoknyodok lobang kemaluannya. Tubuh Adinda kembali tersodoksodok. Sesekali kuputarputar pinggulku, yang membuat tubuh Adinda kembali kelojotan, dari bibir Adinda terdengar desahandesahan halus


Ohh.. Enngghh.. Oohh.. Ohh.. Oohh…


Setelah sekian menit lamanya aku menyetubuhinya, aku merasakan diriku akan berejakulasi. Segera kupeluk kepalanya dan kucengkram erat dengan kedua tanganku setelah itu irama gerakanku kupercepat.


Aakkhh.. akupun mengejan, tubuhku mengeras. Croot.. Croott.. Croott.. Akupun berejakulasi, kusemprotkan spermaku di dalam rahimnya. Banyak sekali sperma yang kukeluarkan menyemprot membasahi liang vaginanya hingga meluber keluar meleleh membasahi pahanya.


Kulihat raut muka Adinda saat itu nampak panik, sinar matanya menunjukkan kekalahan dan kepedihan. Dengan tatapan sayu dia memandangiku disaat aku mengejan menyemprotkan spermaku yang terakhir. Ahh nikmat sekali gadis ini, baru kali ini aku merengut keperawanan seorang gadis kota yang cantik.


Setelah itu akupun merebahkan tubuhku menindih tubuhnya yang lemah, sambil mengatur nafasku. Tubuhku berguncangguncang akibat dari isakanisakan tangisnya serta nafasnya yang tersengalsengal, sementara itu kemaluanku kubiarkan tertanam di dalam lobang kemaluannya.


Kubelaibelai rambutnya, kukecupkecup pipi dan bibirnya. Terasa lembut sekali bibirnya, kumainkan lidahku di dalam mulutnya, sejenak aku bercumbu mesra dengan Adinda. Dia hanya terisakisak dengan nafas yang terus tersengalsengal. Akhirnya kusudahi permainanku ini, aku bangkit sambil mencabut kemaluanku.


Ouugghh.., Adinda merintih panjang saat kutarik kemaluanku keluar dari lobang vaginanya.


Kulihat diselangkangannya telah penuh dengan cairancairan kental dan darah penuh membasahi bulubulu kemaluannya. Tak kusadari Charles ternyata telah berdiri didekatku, dan rupanya dia telah telanjang bulat menunggu gilirannya, badannya yang kekar dan tinggi itu nampak semakin sangar dengan banyaknya gambargambar tattoo yang menghiasi sekujur dada dan lengannya. Dengan rasa toleran sebagai seorang sahabat, akupun menyingkir dari tubuh Adinda yang tergolek lemas dilantai. Aku ambil jarak beberapa meter dari tubuh Adinda kemudian aku kembali merebahkan tubuhku. Dengan tiduran terlentang dilantai aku menggali kembali rasa nikmatku setelah melampiaskan nafsuku ke Adinda tadi.


Sedang asyikasyiknya aku istirahat, terdengar olehku bunyi sesuatu, Srett.. Sreett.. Sreett.. Brett.. diikuti oleh isak tangis Adinda yang terdengar kembali.


Setelah kuperhatikan, oh ternyata Charles dengan sebuah pisau cutter ditangannya tengah sibuk merobekrobek baju seragam Adinda. Dengan kasarnya Charles mencabikcabik baju seragam putih Adinda, termasuk BH putih yang dikenalkannya. Dan akhirnya kini badan Adinda telah telanjang, kedua buah payudaranya yang tidak begitu besar kini terpampang jelas. Termasuk juga rok abuabu yang melilit di pinggangnya setelah kusingkap tadi dirobekrobeknya, haya sepasang kaos kaki putih setinggi betisnya serta sepatu kets masih dikenakannya.


Ouuhh.. Ammpuunn.. Bang.. Ampun.., suara Adinda terdengar lirih memohonmohon ampun ke Charles yang sepertinya tengah kalap kemasukan setan itu.


Setelah itu dengan gombal yang tadi menyumpal mulut Adinda, Charles membersihkan daerah selangkangan Adinda. Dengan sedikit kasar Charles mengusapusap selangkangan Adinda sampaisampai tubuh Adinda menggeliatgeliat. Akupun kembali merebahkan tubuhku, mengatur nafasku serta kunyalakan sebatang rokok sebagai penghantar istirahatku.


Sementara itu hujan diluar mulai reda, namun angin dingin terus berhembus masuk ke dalam bangsal tempat pembantaian Adinda ini. Tibatiba semenit kemudian di kala aku sedang rebahan dan asyikasyiknya menikmati rokokku. Terdengar olehku jerit Adinda yang memilukan


Aaakkhh…


Akupun terbangun, kulihat dari asal suara itu. Ternyata Charles tengah menyodomi Adinda. Posisi Adinda kembali bersujud dengan kepala yang mendongak keatas, bola matanya terbelalak, wajahnya cantiknya terlihat miris sekali, mulutnya menganga membentuk huruf O dan Charles berada dibelakangnya tengah asyik menanamkan batang kemaluannya yang besar itu ke dalam lobang anus Adinda.


Aakkhh.. Charlespun mendesah lepas tatkala dia berhasil menanamkan batang kemaluannya dilobang anus Adinda.


Setelah itu lubang anus Adinda dihujani sodokansodokan batang kemaluan Charles, Charles melakukannya dengan gerakan yang cepat dan kasar sampaisampai tubuh Adinda terdorongdorong dan tersodoksodok dengan keras. Tidak ada suara rintihan lagi yang keluar dari mulut Adinda mungkin karena suara tertahan ditenggorokannya karena menahan rasa sakit yang dideritanya, akan tetapi badannya masih kaku menegang, raut mukanya kini meringisringis, mulutnya masih saja menganga terbuka.


Rasa sakit dan pedih kembali melanda dirinya yang tengah disodomi oleh Charles. Melihat ini aku kebali terangsang, nafsu birahiku kembali memuncak. Aku bangkit dari rebahanku mendekati mereka berdua. Kemaluanku kembali ereksi melihat keadaan Adinda yang tengah menderita. Kuamati wajahnya dari dekat dan dia masih terlihat cantik, keringatpun mengucur deras membasahi wajah cantiknya.


Aku dengan posisi berlutut berada didepan wajah Adinda, yang masih mendongak kesakitan itu, sementara itu seluruh badannya terus tersodoksodok karena ulah Charles yang menggenjotnya dari belakang. Kini aku dan Charles berhadaphadapan sementara Adinda berada ditengahtengah kami. Charlespun menghentikan sejenak genjotannya untuk memberikan kesempatan padaku memposisikan diri. Kuraih batang kemaluanku yang telah berdiri tegak, dan kujejalkan kemulut Adinda yang masih menganga itu.


Ah, rasa dingin dan basah menyelimuti sekujur batang kemaluanku tatkala masuk di dalam rongga mulut Adinda. Nikmat rasanya, juga kurasakan kelembutan mulut dan bibirnya di sekujur batang kemaluanku. Setelah itu kembali Charles menggenjot tubuh Adinda dari belakang. Kulirik mata Adinda menjadi sayu, nafasnya tersengalsengal, aku hanya berdiri santai saja, karena tubuh Adinda yang bergerakgerak maju mundur sebagai akibat sodokansodokan Charles yang tengah mulai menyodominya kembali dari belakang. Kubelaibelai rambutnya yang indah, sambil kutatap wajah dan badannya. Agen Judi Online


Ahh.. Ahh.. Ah.., nikmat sekali rasanya mulut gadis ini, sambil memejamkan mata dan menikmati rokok aku terus merasakan kenikmatan di sekujur batang kemaluanku yang tengah dikulum keluar masuk mulut Adinda.


Tidak lama kemudian Charles semakin cepat menggenjot, memompa lobang anus Adinda, badannya semakin banyak mengeluarkan keringat, kulihat dia sepertinya akan berejakulasi. Benar saja, tubuhnya nampak menggelinjang dan dan menegang, dari mulut Charles keluar pekikan kecil yang disusul oleh desahan yang penuh dengan kepuasan. Charlespun berejakulasi dilubang dubur Adinda. Setelah itu badan Charlespun ambruk disamping badan Adinda.


Akan tetapi posisiku masih tetap seperti semula, kemaluanku masih tertanam dimulut Adinda. Kubuang rokokku dan dengan kedua tanganku kuraih kepala Adinda, kini dengan gerakan tanganku kepala Adinda ku majumundurkan. Ah.. Nikmat rasanya, kemaluanku seperti dipijitpijit dengan mulut Adinda, bibir sensualnya melingkari batang kemaluanku, memberi rasa nikmat tersendiri, kurasakan pula lidahnya menggelitik kepala batang kemaluanku, ah nikmatnya penuh sensasi.


Setelah sekian lama menikmati itu, tibatiba kembali aku akan berejakulasi, maka kugerakkan kepalanya semakin cepat untuk mengulum batang kemaluanku. Dan, akupun berejakulasi di dalam mulut Adinda, spermaku memancar keluar membasahi mulut hingga tenggorokannya sampaisampai meleleh keluar dari mulutnya.


Rasa nikamat yang tiada taranya kembali melanda sekujur tubuhku. Kucabut batang kemaluanku dari mulutnya, dan Adinda terbatuhbatuk sepeti akan muntah, samarsamar kulihat mulutnya penuh dengan cairancairan lendir kental sampai membuat mulutnya nampak mengkilat karena belepotan cairan sperma.


Wajahnya yang lesu dan lemah sejenak memandangku dengan tatapan mata sayu penuh dengan keputusasaan serta air mata yang kembali meleleh. Kemudian dia terjatuh lunglai dilantai, hanya suara nafasnya yang terdengar menderuderu tersengalsengal dan isakanisakan tangisnya. Aku kembali merebahkan tubuhku di samping Adinda, akhirnya akupun tertidur.


Tidak lama rupanya aku tertidur, dan kemudian terjaga setelah kembali telingaku menagkap suara eranganerangan dan rintihanrintihan. Setelah aku bangun ternyata Charles tengah menyetubuhi Adinda, tubuh telanjang Adinda yang hanya tinggal mengenakan sepasang kaos kaki dan sepatu kets ditiduri oleh Charles. Dengan garangnya Charles menggenjot tubuh Adinda, iramanya cepat dan kasar sekali, tubuh lemah Adinda kembali terguncangguncang.


Kini nampak roman muka Adinda telah lunglai sepertinya hampir pingsan, beberapa saat yang lalu masih kudengar suara rintihan lemah yang keluar dari mulut Adinda namun kini suara itu hilang sama sekali. Tidak lama kemudian Charlespun berejakulasi, kembali rahim Adinda disiram dan dipenuhi oleh cairan sperma. Adinda nampak tidak sadarkan diri dan pingsan.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, 4 jam lamanya kami memperkosa Adinda. Kini tibalah waktu kami untuk angkat kaki, setelah kami berpakaian rapi kemudian kami angkat tubuh Adinda dari ruang aula menuju ke sebuah gudang dibagian paling belakang sekolah ini. Kami rebahkan gadis cantik primadona sekolah ini di sana. Di sisinya kami tebarkan baju seragam sekolah, tasnya serta HP miliknya yang sedari tadi terus berbunyi.


Kini gadis cantik itu, terkulai pingsan di dalam gudang yang kotor, badan telanjangnya dipenuhi dengan cairancairan sperma yang mulai mengering, juga darah yang nampak masih menetes dari lubang duburnya sebagai akibat disodomi oleh Charles tadi. Kemaluannyapun terlihat kemerahan dan membengkak. Puas kami memperkosanya.


Tepat pukul 22.15 setelah kami menghilangkan jejak kami, kamipun pergi meninggalkan gedung sekolah ini, berjalan menuju ke pelabuhan dikota metropolitan ini untuk menumpang kapal yang entah kemana membawa kami, menuju ke suatu tempat yang jauh dari kota metropolitan ini.

Cerita Sex Panas Primadona Sekolah

Cerita Sex Panas Reporter Diperkosa ini berkisah tentang seorang wanita yang bernama Nara, seorang gadis berusia 24 tahun, tingginya 165cm dengan berat badan yang cukup ideal, 53kg, dengan ukuran payudara 34C. Dia bekerja di salah satu stasiun televisi swasta sebagai reporter.


Nara beparas cantik dan berkulit putih mulus sehingga dia dapat diterima bekerja sebagai reporter di XX tv sejak dua tahun yang lalu. Sebagai seorang reporter yang pastinya sering muncul menyapa pemirsa di layar kaca, tentunya membuat Nara meraih popularitas sehingga banyak orang mengenalinya.


Banyak hal yang dirasa menyenangkan bagi Nara karena popularitas yang didapatnya, diantaranya pada waktu keluar berjalan-jalan, banyak orang yang mengenalinya dan tersenyum kepadanya serta menyapanya, bahkan hingga meminta tandatangannya.

Namun, jika ada hal-hal yang positif tentu saja ada pula yang negatif, diantaranya banyak lelaki yang suka bersiul suit-suit ketika ia lewat, seringkali hampir dicolek oleh tangan jahil lelaki iseng dan mupeng


hingga yang baru saja terjadi, ada yang nekad mencari kesempatan untuk mengintip Nara kala sedang berganti pakaian di dalam kamar pas di sebuah department store di dalam sebuahpusat perbelanjaan, sialnya pelakunya tidak berhasil tertangkap tangan.


Sebagai seorang reporter, tentunya Nara sering meliput berita di sana-sini, lumayanlah itung-itung sekalian jalan-jalan sembari shopping, begitu pikirnya. Terhitung hampir semua daerah, dari Sabang sampai Merauke sudah pernah disinggahinya kala melakukan rutinitasnya sebagai seorang reporter televisi.


Walaupun begitu, ia jarang mendapatkan kesempatan untuk melakukan liputan ke luar negeri sehingga suatu saat, ketika atasannya memberikan kesempatan kepadanya untuk meliput berita di Jepang, Nara girang sekali dan langsung memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut.


Walaupun tahu bahwa harga-harga di Jepang sangat mahal, ia juga telah menyiapkan anggaran untuk belanja. Di Jepang nanti, Nara ditugaskan untuk meliput sebuah festival adat di Jepang beserta segala keunikannya. Hari yang dinanti-nantikan tibalah juga. Nara berangkat ditemani oleh Nina, seorang camera person dari XX tv ke Jepang.


Nina berusia dua tahun lebih muda dari Nara, tinggi badannya sepantaran dengan Nara namun sedikit lebih kurus dengan payudara yang lebih kecil 34A, gayanya modis, dan rambutnya seringkali bergonta-ganti warna.


Kali ini ia mengecat rambutnya dengan warna cokelat kemerahan, menambah cantik penampilannya yang juga berkulit putih. Mereka menggunakan jasa salah satu maskapai penerbangan dalam negeri karena memang maskapai dalam negeri tidak dicekal di Jepang seperti halnya yang dilakukan oleh negara-negara Uni-Eropa. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, tibalah Nara dan rekannya di bandara internasional Narita.


“Lo kenapa Nin?”, tanya Nara pada kawannya. “Kok kelihatannya lesu gitu?

“Ya ialah, lama banget tuh perjalanan tadi, lo sih enak, molor terus!”


Ucapan temannya tersebut hanya ditanggapi dengan tawa oleh Nara, karena memang selama perjalanan menuju Jepang, ia lebih banyak tidur, bukan karena fasilitas pesawat yang nyaman, namun lebih dikarenakan balas dendam, balas dendam?


Lho? Memang, seminggu terakhir sebelum berangkat ke Jepang, ia terus melakukan liputan berpindah-pindah kota untuk sebuah program wisata belanja, hal itu dilakukannya untuk mengejar deadline dari pimpinan redaksi.


Selama di Jepang, rencananya Nara dan Nina akan tinggal di rumah Wiwin, kawan akrab Nara kala masih duduk di bangku SMU, Wiwin sekarang bekerja sebagai seorang designer dan tinggal dekat kawasan Shibuya. Hal ini juga merupakan suatu kebetulan bagi Nara karena Shibuya memang terkenal dengan wisata belanja, kegemaran utama Nara.


Setibanya di kediaman Wiwin, Nara dan Nina langsung memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu seusai perjalanan panjang dari Indonesia, malam harinya Nara mengajak wiwin untuk mengantarnya berbelanja keesokan harinya.


“Win, besok selesai liputan, lo anterin gue shopping yuk, gue kan disini cuman dua hari”.


“Aduuuh, sorry tan, gue besok ada meeting sama klien, enggak bisa ditinggalin. Plus sorenya gue ketemuan sama cowok gue. Emm, lo ditemenin sama si Nina aja ya? Ntar gue kasih tahu tempat-tempat yang barangnya bagus dan murah.”


“Yah, si Nina kan sama aja kaya gue, awam sama daerah sini, lo gimana sih?”


“Iya, iya, soriii banget tapi gue betul-betul nggak bisa, lagian transportnya gampang kok, naik KRL sekali juga nyampe.”


“Mmm….. ya sudah deh engga apa-apa kalau begitu.” Jawab Nara dengan muka masam. “Eh, omong-omong cowok lo cakep ga?”


“Yaa, itu khan relatif, tapi umurnya udah jauh lebih tua, ada terpaut limabelas tahunan sama gue, lumayan tajir lagi.”


“Gila lo, sekarang kok seleranya berubah, seneng sama om-om, hahahaha.” Merekapun bercanda hingga merasa mengantuk dan beristirahat kemudian.


Keesokan harinya, Nara dan Nina menyelesaikan liputan berita untuk XX tv dengan lancar, merekapun kembali terlebih dahulu ke tempat Wiwin untuk meletakkan kamera dan berganti pakaian. Nara dan Nina sepakat kompakan memakai rok span berwarna senada, hitam, sehingga tampak kontras dengan paha keduanya yang putih mulus.


Nina memadukan roknya dengan blouse putih, sedangkan Nara memilih mengenakan kemeja berwarna krem, mereka berdua mengenakan mantel bulu karena udara yang lebih dingin dibanding di tanah air. Berdua, mereka berangkat naik taksi ke stasiun dan kemudian membeli tiket kereta rel listrik, tak lama menunggu, keretapun datang dan mereka segera naik.


Sementara itu, di tempat kerjanya, Wiwin tampak teringat sesuatu dan mengangkat ponselnya, hendak menelepon Nara, namun, “astaga, dia belum ganti nomor lokal, enggak bisa dihubungi deh.


” Kata Wiwin dalam hati dengan wajah yang tampak kebingungan karena hendak memberitahukan sesuatu pada Nara namun tidak bisa dilakukan.


Di dalam kereta, Nara dan Nina ternyata tidak dapat menemukan tempat duduk yang kosong, sehingga keduanyapun memutuskan untuk berdiri sambil berpegang pada pegangan yang sengaja dibuat untuk penumpang yang tidak kebagian tempat duduk.


Lima menit berlalu, sambil berdiri, Nina dan Nara baru menyadari bahwa hampir seluruh penumpang di gerbong tersebut adalah laki-laki, hanya ada dua wanita tua yang sedang terlelap duduk di ujung gerbong.


Perhentian berikutnya, beberapa penumpang turun, Nara dan Nina mencoba mengambil kesempatan untuk duduk, namun keduluan oleh beberapa penumpang lain yang sedari tadi juga berdiri. Segerombolan penumpang baru juga masuk, dan seluruhnya pria. Space untuk berdiri pun kian sempit, sehingga Nara dan Nina hampir dikelilingi oleh gerombolan pria yang bau naik tadi.


“Yah, sial, berdiri lagi deh.” Ujar Nara yang diamini oleh Nina.


“Liat deh, penumpangnya laki semua tapi nggak ada yang gentleman, ngasih tempat duduk kek buat makhluk-makhluk cantik, ha2.” Canda Nina yang disambut tawa renyah Nara


Sesaat setelah itu, terdengar suara seseorang dibelakang mereka, dari nada bicaranya nampaknya bertanya sesuatu kepada mereka. Merekapun menoleh mencari si sumber suara. Tampak dihadapan mereka seorang bapak berwajah ramah, jika ditaksir, kira-kira umurnya empatpuluhan. Ternyata orang tersebut yang memanggil tadi.


“Ima nanji desu ka?”


Nara dan Nina sama-sama bengong karena sama sekali tidak mengerti apa yang baru saja diucapkan pria tersebut. Seolah mengerti bahwa yang diajak bicara tidak mengerti bahasanya, bapak tersebut mengulangi pertanyaannya.


“Ano, What is da time?” Ujarnya dengan bahasa Inggris sekenanya sambil menunjuk pergelangan tangannya sendiri.


Nara dan Nina baru mengerti apa yang ditanyakan tadi ketika si bapak berwajah ramah mengulangi pertanyaannya dalam bahasa Inggris, walaupun tata bahasanya salah (yang benar what time is it?).


Untungnya Nara sudah mencocokkan jam tangannya dengan waktu setempat. Ia pun memperlihatkan jam tangannya kehadapan bapak itu agar dapat melihat sendiri pukul berapa sekarang. Bapak itupun manggut-manggut setelah melihat jam. “Domo arigato gozaimasu” Ucapnya sambil tersenyum.


Kalau yang ini Nara mengerti bahwa artinya terima kasih, ia pun membalas senyuman bapak itu, sementara Nina hanya memperhatikan dari tadi. Sebelum sempat membalikkan badan, Nara merasakan ada tangan yang menyenggol paha bagian belakangnya. Ia pun berbisik kepada Nina,


“Nin, tadi kayak ada yang nyolek gue deh.”

“Masa? Kok sama, tadi juga kayak ada yang nyenggol pantat gue.” bisik Nina.


“Ya udahlah, mungkin kebetulan saja, kereta ini kan bergerak terus jadi mungkin ada yang badannya jadi gak seimbang dan gak sengaja nyenggol. ” tukas Nara. Nina pun mengiyakan ucapan temannya itu dan bersikap santai saja sambil menunggu kereta sampai di tujuan.


Belum ada lima detik dari senggolan pertama tadi, kembali Nara merasakan rabaan pada pantatnya, kali ini bukan lagi menyenggol, namun terasa sedikit meremas. Terkejut, Nara pun berusaha menepis tangan itu. Merasakan gelagat yang tidak baik, Nara mengajak Nina menjauh dari tempat berdiri mereka sekarang. Slot Online Terpercaya


Namun belum sempat mereka bergerak, ada tangan-tangan yang mencengkeram lengan mereka berdua sehingga mereka tidak dapat bergerak kemana-mana. Disaat bersamaan, kedua wanita cantik itu merasakan tangan yang menjamah tubuh mereka kian banyak. Ada yang meremas-remas pantat mereka dan ada yang naik meraba payudara mereka.


Merekapun berusaha meronta melepaskan diri dari situasi tersebut, tangan keduanya bergerak menepis tangan-tangan jahil itu. Namun apa daya dua pasang tangan melawan tangan-tangan sebanyak itu.


“Ehh, apa-apaan ini!” teriak Nara. Namun ia menyadari tidak ada yang paham ucapannya. Ia pun berusah menggunakan bahasa Jepang sebisanya. “Ieee, bageroooo! Emph….” Sebelum sempat meneruskan teriakannya, ada tangan kokoh membekap mulutnya dari belakang sehingga ia tak lagi mampu berkata-kata.


Semakin lama, jamahan dari tangan-tangan itu kian mengarah ke paha bagian dalam Nara. Ia pun berusaha mengatupkan kedua kakinya sehingga tangan-tangan itu tidak dapat menjangkau bagian vitalnya.


Namun usaha itu sia-sia karena tangan-tangan lain sudah mencengkeram dan merenggangkan kakinya sehingga posisinya terbuka dan tangan-tangan jahanam itu dapat leluasa bergerak menuju vagina Nara yang masih tertutup g-string seksi warna hitam.


“Mmh…. hhhh” Nara hanya bisa sedikit mendesah, dalam keadaan mulutnya disumpal telapak tangan seseorang dibelakangnya. Nara mencoba melihat dimana posisi Nina, tapi ia tidak dapat melihat temannya itu, di sekitarnya hanya ada segerombolan laki-laki.


Perlahan, tangan-tangan tersebut mulai membuka kancing kemeja krem Nara. Nara pun berusaha meronta sebisanya, namun hal tersebut hanya membuat pertahanannya lebih longgar karena berikutnya, mantel bulu yang dikenakannya berhasil direnggut oleh seorang laki-laki anggota gerombolan itu.


Kini, Nara masih berpakaian lengkap minus mantel bulunya, namun kancing kemejanya sudah terbuka seluruhnya, memperlihatkan payudara Nara yang sekal dan hanya ditutupi oleh bra berwarna putih. Tangan-tangan yang menjamahnya seolah semakin menggila dengan keadaan tersebut.


“Mmm…!”, terdengar suara teriakan tertahan Nara. Rupanya ada yang meremas-remas payudara Nara dengan keras sehingga ia berteriak tertahan. Berikutnya, dengan sekali hentakan, robeklah bra putih yang dikenakan Nara memperlihatkan dua gundukan indah dengan puting berwarna kecokelatan.


Kini, tubuh bagian atas Nara sudah terbuka dan hanya menyisakan kemejanya yang seluruh kancingnya sudah terbuka. Melihat pemandangan tersebut, seorang diantara gerombolan tersebut bergerak maju dan mulai memainkan puting payudara sebelah kanan Nara, sementara mulutnya mulai ‘menyusu’ ke payudara sebelah kiri Nara. Cerita sex terselubung


Yang lebih membuat Nara terkejut adalah, orang tersebut ternyata si bapak berwajah ramah yang bertanya jam tadi. Dalam hatinya Nara berkata “dasar tua cabul, tahu begini udah gue tonjok dari tadi”.


Sementara itu, tangan-tangan yang ‘beroperasi’ di bagian bawah tubuh Nara semakin berani, ada yang menarik roknya keatas sebatas pinggang, sehingga kini rabaan dan sentuhan mereka dapat langsung bersinggungan dengan kulit telanjang Nara, sebuah tangan meraba naik paha bagian dalamnya dan bersentulah dengan liang vagina Nara yang masih terbungkus g-string hitam. Tangan itu menggesek-gesek kemaluan Nara dengan gerakan maju-mundur. Mendapat rangsangan yang demikian hebat, Nara pun mulai terangsang diluar kemauannya sendiri.


Seolah mengetahui hal tersebut, tangan yang membekap mulutnya mulai mengendurkan pegangan dan perlahan melepaskan bekapannya. Nara tak lagi berteriak-teriak, mungkin karena sudah terlampau lelah meronta, disamping itu, tidak bisa dipungkiri bahwa ia menjadi sangat terangsang dengan keadaan ini. Situs Slot Online Terpercaya


Tanpa disadari oleh Nara, ternyata g-stringya sudah tidak berada ditempatnya semula, entah kemana, memperlihatkan vaginanya yang dihiasi bulu-bulu kemaluan yang dicukur rapi, sehingga tangan yang tadinya hanya menggesek-gesek kemaluannya, perlahan mulai memainkan jari-jarinya diatas klitoris Nara.


Nara terangsang hebat diperlakukan seperti ini, namun ia tidak ingin semua laki-laki dihadapannya tahu bahwa ia terangsang, karena hal tersebut pasti akan membuat mereka merasa senang dan puas. Iapun mencoba menutupinya dengan mengatupkan bibir mungilnya rapat-rapat dan mencoba untuk tidak bersuara, apalagi mendesah.


Namun cobaan terasa semakin sulit bagi Nara, selanjutnya, jari tengah si bapak berwajah ramah digerakkan keluar-masuk di dalam liang vagina Nara, didalam vaginanya, jari itu sedikit ditekukkan sehingga mengenai g-spot milik Nara. Nara semakin tidak kuasa menahan gejolak birahi yang dahsyat, mulutnya tetap ditutup rapat-rapat, namun sesekali terdengar desahan tertahan.


“Emmh… hhh”.


Gerakan jari itu kian lama kian cepat sehingga pertahanan Nara yang mati-matian berusaha tidak menunjukkan ekspresi kenikmatan akhirnya bobol juga.


“Mmhh… aa… aaaaaahh!!” Teriakan itu disertai getaran hebat, ia menggelinjang menerima orgasme pertamanya.


Cengkeraman tangan dari para lelaki yang sedari tadi memegangnya kuat-kuat, akhirnya dilepaskan. Nara terduduk lemas, tubuhnya terasa panas terbakar gejolak birahi.


Perasaannya bercampur aduk, antara malu, terhina, marah dan nikmat.


Hanya sekitar lima-enam detik kemudian, tubuh Nara kembali diangkat oleh para lelaki Jepang tersebut, namun kali ini beberapa orang diantara mereka sudah melorotkan celana masing-masing, memperlihatkan penis masing-masing yang sudah tegak mengacung.


Mengetahui apa yang akan dilakukan gerombolan lelaki itu, Nara coba berontak dengan menggunakan tenaganya yang tersisa, namun seorang diantara gerombolan itu, tubuhnya kurus dan agak tonggos, meremas kedua payudaranya kuat-kuat sehingga Nara merintih kesakitan dan mencoba menepis tangan itu dari atas payudaranya.


Disaat bersamaan, pinggang Nara ditarik kebelakang oleh si bapak berwajah ramah yang langsung menancapkan penis 15cm-nya kedalam vagina Nara dengan sekali hentakan keras. Bless, masuklah penis itu disertai teriakan panjang Nara yang baru pertama kali dimasuki oleh penis laki-laki. Bapak itu memompa tubuh Nara dengan cepat.


“Plok…plok”, begitu bunyi yang terdengar ketika paha bapak itu beradu dengan paha bagian belakang Nara. Para lelaki yang lain tidak hanya diam saja, sebagian menjamah bagian-bagian sensitif Nara dengan leluasa, sebagian lagi terlihat mengocok penisnya sendiri, dan ada pula yang meraih tangan Nara, dan memaksa Nara untuk mengocok penisnya.


Ada seorang lagi yang berperawakan pendek memasukkan penisnya kedalam mulut Nara dan menggerakkannya maju-mundur. Sehingga sekarang, Nara dalam posisi setengah membungkuk dan disetubuhi dari arah depan dan belakang tubuhnya.


Lima belas menit berlalu, lelaki yang penisnya dikocok oleh tangan mungil Nara, tampak tidak kuat lagi menahan gelombang orgasme dan berejakulasi sesaat kemudian, crott!! spermanya muncrat dengan deras dan sebagian mengenai wajah Nara.


“Ah…. ahhh”, Nara mendesah seriap kali penis si bapak masuk dengan dalam di vaginanya. Lima menit kemudian, tubuh Nara bergetar hebat, ia mendapatkan orgasme keduanya. “Aaaa.. aaahh!!” Desahnya.


Tidak berapa lama, penis didalam mulut Nara menyemburkan spermanya.


Membuat Nara gelagapan dan tersedak sehingga sebagian sperma itu tertelan olehnya, sementara sebagian lagi meleleh keluar dari bibit indahnya. Si bapak yang memompa vagina Nara rupanya kuat juga, masih belum menampakkan tanda-tanda akan keluar.


Bapak itu rupanya pandai memainkan tempo, terkadang kocokan penisnya dipelankan dan terkadang cepat. Tampaknya ia benar-benar ingin menikmati jepitan vagina Nara sepuasnya. Sepuluh menit kemudian, cengkeraman tangan bapak itu di pinggang Nara tiba-tiba mengeras, bapak itupun mulai setengah mendesah.


“Hhhh…. ah..” Nara tahu bahwa orang dibelakangnya ini akan segera berejakulasi, iapun mencoba menarik badannya ke arah depan sehingga rahimnya dapat diloloskan dari semburan sperma bapak brengsek itu, namun sia-sia, baru setengah penis yang bisa dikeluarkan dan “Aaaaaahh” Crott, crott, crott!


Sperma bapak itu keburu keluar membanjiri bagian dalam vagina Nara.


“Aah, sial, damn..” gerutu Nara dalam hati karena bapak itu keluar didalam vaginanya.


Tubuh Narapun digeletakkan di atas lantai kereta dan dikelilingi tiga orang lelaki lagi yang dengan irama cepat mengocok sendiri penis masing-masing di depan wajah Nara, dan beberapa saat kemudian berejakulasi dan menyemburkan sperma masing-masing di wajah Nara.


Para lelaki itupun meninggalkan Nara terkulai diatas lantai kereta dalam keadaan telanjang bulat dengan hanya mengenakan kemeja warna krem yang sudah kusut dan basah oleh peluh dan sperma. Payudaranya dipenuhi bekas-bekas remasan dan cupangan yang berwarna kemerahan.


Dalam keadaan lemas, ia mencoba mencari Nina yang sejak tadi tidak terlihat. Rupanya, Nina mengalami hal yang sama dan ditinggalkan tergeletak lemas bermandikan keringat dan sperma.


Tidak ingin berlama-lama dalam keadaan demikian, Nara segera berdiri, mengelap keringat dan sperma disekujur tubuhnya dengan bra putihnya yang sudah robek, kemudian mengancingkan kembali kemejanya dan menurunkan roknya kembali


Nara kemudian mengajak Nina yang juga sudah merapikan diri, untuk keluar dari kereta dan mengajaknya untuk kembali saja ke tempat Wiwin. Kejadian barusan membuat hasrat belanjanya hilang.


Setibanya mereka di rumah Wiwin, merekapun mandi membersihkan tubuh masing-masing dari sisa-sisa persetubuhan yang baru saja dialami. Kemudian mengistirahatkan tubuh masing-masing. Sorenya, bel depan berbunyi, rupanya Wiwin sudah pulang.


Nina yang membukakan pintu. setelah masuk kedalam rumah, Wiwin menanyakan keadaan kedua temannya itu. Nara dan Nina pun menceritakan hal yang tadi mereka alami di kereta sehingga mereka berdua membatalkan niat belanjanya.


“Waduh, gue minta maaf bener. gue lupa kasih tahu kalian, sebenarnya ada kereta khusus untuk penumpang wanita di sini, karena emang banyak kejadian begini sebelumnya.”

“Yah, lo kok enggak kasih tahu kita dari kemarin sih Win? Kalau tahu, kan kita enggak bakal diperkosa begini.”

“Iya, iya, gue bener-bener mohon maaf.” Ucap wiwin. Perkosaan yang Kualami dengan Temanku di Gerbong Kereta

“Eh iya, kalian mau enggak, gue kenalin sama cowok gue? Kebetulan tuh, sebentar lagi kesini.”


Nara dan Nina mengiyakan tawaran itu karena memang penasaran seperti apa muka pacar si Wiwin. Beberapa saat kemudian, kembali terdengar bunyi bel. Wiwin beranjak keluar. Saat kembali kedalam rumah, ia berjalan bersama sesosok pria. Nara terkesiap. Astaga, ternyata si bapak berwajah ramah…..

Cerita Sex Panas Reporter Diperkosa

Cerita Sex Panas Mbak Desy Pelampisanku, Nama aku Tommy 19 tahun, aku dua bersaudara, aku anak kedua dimana kakakku perempuan berusia 5 tahun lebih tua dariku. Aku ngin menceritakan kejadian yang menimpa kehidupan seks aku 3 tahun yang lalu.


Pada waktu itu aku berumur 16 tahun masih 1 SMA, sedangkan kakak aku berusia 21 tahun dan sudah kuliah. Kakakku orangnya memakai jilbab. Meskipun kakakku memakai jilbab dia sangat sexy, orang bilang mukanya sexy banget, demikian pula postur tubuhnya, tinggi 160 cm, kulit putih dan bra aku kira 36-an, tapi yang paling menyolok dari dia adalah pantatnya yang bulat besar dan bahenol, ini dapat aku nilai karena aku sering mengintip dia waktu dia sedang mandi atau sedang ganti pakaian.


Jika berjalan ke mal ataupun kemanapun dia pergi, dia selalu pakai baju yang agak ketat meskipun dia memakai jilbab, orang selalu memandang goyangan pinggul dan pantatnya. Sampai-sampai aku sebagai adik kandungnyapun sangat menyukai pantat dan pinggul kakakku itu.Meskipun kakakku memakai jilbab, kebetulan kakakku menyukai baju-baju model agak ketat dan celana agak ketat pula sehingga agak mencetak kemontokan dan keindahan tubuhnya. Apalagi jika dirumah, meskipun dia selalu memakai jilbab atau kerudung, dia selalu memakai baju tidur yang panjang tapi agak tipis sehingga agak terlihat belahan pantat dan celana dalamnya.

Sebagai remaja yang baru puber dan juga olok-olok dari teman-temanku diam-diam aku sangat terangsang bila melihat pinggul kakakku. Sebaga efek sampingnya aku sering melakukan onani di kamarku atau di kamar mandi sambl membayangkan gimana rasanya kemaluanku dijepit diantara pantat montoknya.Keinginan itu kurasakan sejak aku duduk di bangku 1 SMA ini, aku sering mencuri-curi pandang untuk mengitip CD-nya apabila dia memakai rok. Dia mempunyai pacar yang berumur setahun lebih muda dari padanya. Aku sering memergoki mereka pacaran di ruang tamu, saling meremas tangan sampai mereka berciuman.


Suatu hari aku memergoki pacarnya sedang menghisap buah dada kakakku di kamar tamu meskipun baju dan jilbabnya tetap terpasang di badannya, kakakku hanya mengeluarkan buah dadanya dari kancing yang terlepas sebagian, mereka langsung belingsatan buru-buru merapihkan bajunya. Malam harinya kakakku mendatangi kamarku dan memohon kepadaku agar tidak menceritakan apa yang aku lihat ke orang-orang terutama pada ayah dan ibuku. Dik, jangan bilang-bilang yah, abis tadi si Hendra (pacarnya) memaksa Mbak, katanya. Situs Slot Online Nada4D


Aku Cuma mengganguk dan melongo karena kakakku masuk kekamarku menggunakan jilbab dan baju yang longgar(daster) tetapi agak tipis sambil membawa sebuah novel, sehingga paha dan dadanya yang montok terlihat karena dikamarku agak gelap sedangkan diluar lampu terang benderang. “hai, kok melongo???? “ …aku jadi gelagapan dan bilang “ia- ia mbak, aku ngga akan bilang-bilang” kataku.Tiba-tiba dia rebahan di ranjangku dengan tertelungkup sambil membaca novel, aku memandanginya dari belakang membuat kemaluanku ngaceng karena pantat kakakku seolah-olah menantang kemaluanku. Berkali-kali aku menelan ludah. Dan pelan-pelan aku meraba kemaluanku yang tegang.


Sampai kira-kira lima menit, dia menoleh ke arahku dan aku langsung melepas tanganku dari kemaluanku dan berpura-pura belajar. Kakakku mengajakku lari pagi besok hari dan dia memintaku menbangunkannya jam 5 pagi. Aku mengiakannya. Ketika dia keluar kamarku, aku melihat goyangan pinggulnya sangat sexy, dan begitu dia menutup pintu, aku langsung mengeluarkan kemaluanku dan mengocoknya, tapi sialnya tiba-tiba kakakku balik lagi dan kali ini da melihatku mengocok kemaluanku. Dia pura-pura tidak melihat dan berkata “jangan lupa bangunin mbak jam 5 pagi “. Lagi-lagi aku gelagapan “ia- ia – ia” kataku.


Kakakku langsung pergi lagi sambil ngelirik ke-arah kemaluanku dan tersenyum. Malam itu aku ngga jadi beronani karena malu dipergoki kakakku.Pagi harinya jam 5 pagi aku ke kamarnya dan kudapari dia sedang tidur mengakang…. Lagi-lagi aku melotot melihat pemandangan itu dan aku mulai meraba-raba pahanya, sampai kira-kira 2 menit dan ku-remas paha montoknya dia terbangun danku buru-buru melepaskan tanganku dari pahanya.


Singkat cerita kami lari pagi, dia mengenakan jilbab atau kerudung sedangkan bajunya dia mengenakan training yang agak ketat sehingga setiap lekuk pinggul dan pantatnya terlihat sexy sekali dan tiap laki-laki yang berpapasan selalu melirik pantat itu. Begitu selesai lari pagi, kita pulang naik angkutan bus dan kebetulan penuh sesak, akibatnya kita berdesak-desak. Entah keberuntungan atau bukan, kakaku berada di depanku sehingga pantat montoknya tepat di kemaluanku.


Perlahan-lahan kemaluanku berdiri dan aku yakin kakakku merasakannya. Ketika bus semakin sesak, kemaluanku makin mendesak pantatnya dan aku pura-pura menoleh ke-arah lain. Tiba-tiba kakakku mengoyangkan pantatnya, karuan aku kenikmatan. ‘dik, kamu kemarin ngapain waktu mbak ke kamar kamu?” katanya “kamu onani yah??? Katanya lagi aku diam seribu basa karena malu. ‘makanya buru-buru cari pacar” katanya. “emang kalo ada pacar bisa digini yah?” kataku nekat sabil menonjokkan kemaluanku dipantatnya. “setidaknya ada pelampiasan” timpal kakakku. . “wah enak dong mbak ada pelampiasan?”tanyaku. “tapi ngga sampe gini” kata kakakku lagi sambil menggoyangkan lagi pantatnya. “kenapa” tanyaku.



Sebelum dia menjawab kami sudah sampai tempat tujuan.Pada sore hari itu, ketika aku pulang sekolah, kudapat rumah sepi sekali dan perlahan-lahan aku masuk rumah dan ternyata kakakku dan pacarnya sedang diruang tamu saling cium dan saling raba. Aku terus mengintip dari balik pintu, selembar demi selembar pakaian pacar kakakku terlepas sedangkan kakakku masih memakai jilbab dan baju jubahnya masih terpasang tetapi sudah tersingkap sampai sebatas perut, sehingga terlihat CD hitamnya yang mini dan sexy dan pacarnya sudah tinggal memakai CD saja.


Kulihat tangan kakakku menelusup ke dalam CD pacarnya dan meremas serta mengocok kemaluan pacarnya yang tegang. Pelan-pelan tangan pacarnya membuka CD kakakku dan terbukalah pantat bahenol nan montok milik kakakku. Pacarnya meremas-remas sambil meringis karena kocokan kakakku pada kemaluannya. ‘oh, aku udah ngga tahan” kata pacarnya “aku pengen masukin ke memekmu” katanya sambil mendorong kakakku sehingga tertelungkup di sofa. Ku lihat dia semakin mengangkat baju kakakku tetapi jilbabnya tetap terpasang tetapi sudah agak kusut dan menindihinya dari belakang kan berusaha menyodokan kemaluannya ke kemaluan kakakku dari arah belakang.


Tapi begitu nempel di pantatnya, kuliha ar maninya tumpah ke pantat kakakku. “ohhh” dia melenguh dan kakakku menoleh kebelakang” kok udah” tanyanya Pacarnya bilang “maaf aku ngga tahan” katanya . Tiba-tiba lampu padam dan telepon HP sang pacar berdering dan di balik pintu aku sedang beronani ria sambil melihat kemontokan tubuh kakakku. Setelah menerima HP, sang pacar menyalakan sebatang lilin kecil diatas lemari dan dia berpakaian dan buru-buru pamit. “Aku ngga anterin kedepan pintu yah “ kata kakakku sambil tetap tertelungkup di sofa….. Begitu sang pacar hilang , nafsuku sudah ke ubun-ubun, di kegelapan remang-remang aku mendekati kakakku dan setelah dekat, dari jarak kira-kira satu meter aku memandangi bagian belakang tubuh telanjang kakakku, berkali-kali menelan ludah melihat pantat bahenol kakakku.


Karena udah ngga tahan, aku pelan-pelan membuka celanaku sampai copot dan kulihat kemaluanku yang besar dan panjang (itu menurut teman-temanku sewaktu kami berenang dan membandingkan kemaluan kami) berdenyut-denyut minta pelampiasan. Aku langsung menindihinya dari belakang, dan untungnya kakakku mengira sang pacar belum pulang dan masih ingin ngentot dia. “aw…., dra (nama pacarnya hendra) kok ngga jadi pulang” tanyanya , karena kondisi ruangan sangat gelap sehingga dia tidak menyadari bahwa adiknya sedang berusaha menempelkan kemaluannya ke kemaluanya. “aw dra jangan dimasukan aku masih perawan katanya ditempelin aja dra aku masih perawan’ katanya memohon. Karena aku udah tahan, maka pelan-pelan ku bimbing tangannya untuk menggengam kemaluanku dan agar ditutun ke kemaluannya. Situs Slot Online


Begitu dia megang “dra, kok gede amat sih”katanya heran (soalnya punya pacarnya jauh lebih kecil daripada punyaku)sambil membimbing kemaluanku dan menempelkan kekemaluannya. “gosok pelan-pelan dra”, aku menekan dan gila bener-bener nikmat. Setelah kira kira dua menit aku menggosokkan kemaluanku ke kemaluan kakakkut akhirnya aku mencapai klimaksnya dan crot…crot..crot…spermaku menyembur ke pantat kakakku.Aku tetap memeluk tubuh kakakku dan pelan-pelan aku meninggalkannya. “dra, mau kemana?” teriaknya aku buru-buru memungut celana dan memasuki kamarku dan masih celana dan CD ku belum kupakai aku rebahan di ranjangku sambil kututupi dengan selimut tipis membayangkan kenikmatan yang barusan terjadi.Tba-tiba telepon berdering dan lampu menyala. kudengar kakaku menerima telepon itu dia herannya setengah mati karena yang menelepon adalah pacarnya si henra.


“dra, kok kamu udah ada di rumah lagi jangan main-main yah kamu dimana, udah enak langsung lari” Beberapa saat kemudian kudengar bunyi telpon dibanting. Dan dikamarku, aku cepat-cepat mematikan lampu dan pura-pura tidur. Semenit kemudian kakakku masuk ke kamarku dan melihat aku tidur berselimut dia menghampriku dan duduk di tepi ranjangku. Di kegelapan kamarku kuintip kakakku masih memakai pakai dan jilbab yang tadi dia pakai,dia ngga berani membagunkanku malahan rebahan disampingku. Kesunyian sekitar 15 menit, kemudian kuintip ternyata kakakku tertidur. Akupun tertidur sampai keesokan harinya.


Setelah kejadian hari itu aku selalu membayangkan betapa enaknya tubuh kakakku meskipun hanya menempelkan dan menggosokan kemaluanku pada kemaluannya saja. Pada suatu siang, aku ingin meminjam kaset lagunya. Karena sudah biasa, aku pun masuk tanpa mengetuk pintunya. Dan betapa terkejutnya aku ketika kulihat mbak Desi kakakku sedang tidur-tiduran sambil memejamkan matanya. Tangannya masuk kedalam CD nya sedangkan jilbab dan bajunya masih terpasang, hanya bajunya sudah tersingkap sebatas perut. Spontan, ia terkejut ketika melihatku. Aku segera keluar.Tak sampai satu menit, mbak Desi keluar (pakaiannya sudah rapi meskipun jilbabnya agak kusut). Ia memintaku agar merahasiakan hal itu dari ayah ibuku. Lalu kujawab:“Aku janji ga bakal bilangin hal ini ke ayah ibu koq.”“Thank’s ya dik.”“Eh, emangnya onani itu dosa ya?”Bukan jawaban yang kudapatkan, malah tatapan kakaku yang lain dari biasanya. Bagai disihir, aku diam saja saat dia menempelkan bibirnya ke bibirku.


Dilumatnya bibirku dengan lembut. Dikulumnya, lalu lidahnya mulai menembus masuk ke dalam mulutku. Aku segera menarik diri darinya, tapi ia malah memegang tanganku lalu mengarahkannya ke dadanya dan kurasakan betapa empuknya buah dada kakakku. Refleks aku berontak karena aku malu. Tetapi kakakku bilang,”lakukanlah dik seperti yang kau lakukan tempo hari padaku”.Aku kaget “ja..jadi mbak tahu apa yang kulakukan pada mbak tempo hari.” jawabku gugup.“ya” jawab kakakku.“maafkan aku mbak…” ucapkuBelum selesai aku berkata, ia sudah melumat bibirku. Dan kali ini lidahnya berhasil memasuki mulutku. Kami berciuman sangat lama. Setelah puas berciuman, Ia malah menarikku ke kamarnya. Disana aku direbahkan, dan ia membuka celana dan CD ku.


Kakakku tersenyum melihat kemaluanku yang sudah mengacung tegak. Ukurannya sekitar 18 cm. Lebih panjang dari punya pacar kakakku, Hendra.Melihat kakakku tersenyum, aku mulai menarik ke atas baju kakakku. Rupanya kakakku sudah membuka Branya sehingga akupun bisa langsung melihat payudaranya yang berukuran 36B itu. Kumulai menyentuh dan meremas Payudara kakakku yang lembut, sementara baju dan jilbabnya masih terpasang walaupun agak kusut. Kakakku menggelinjang merasakan kenikmatan dan mendesah keenakan.Setelah aku melihat kakaku sudah terangsang, Aku membuka CD warna hitam kakakku sehingga kini terpangpanglah kemaluan kakakku yang berbulu lebat tapi halus itu.


Sekarang aku memegang kemaluanku dan mengarahkan kemaluanku ke mulutnya. Dia menutup mulutnya rapat-rapat.“Ayo donk mbak! Isep! Kayak mbak ngelakuinnya buat pacar mbak.”“Koq kamu tahu?”“Ya tahu donk..kan aku sering ngintipin mbak begituan ama pacar mbak”“Ayo mbak.” Rengekku.Kakakku pun mulai tertantang mempraktekkan kemampuan lidahnya. Kemaluanku segera diaremas-rems. Setelah itu dijilati dengan penuh gairah, seolah itu adalah lollipop yang manis. Kakakku pun mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Tidak bisa semua, tapi setidak-tidaknya sudah setengah yamg masuk. Di gigit-gigit kecil kepala kemaluanku sambil memainkan buah pelirnya.


Akupun memejamkan mata keenakan.Kakakku melepaskan kemaluanku dari mulutnya, tangannya mengangkat baju panjangnya dan menempelkan kemaluanku ke payudaranya aku pun membuka mataku. Lalu meraih kuraih kemaluanku, kuarahkan kemaluan itu ke kekemaluannya yang sedari tadi sudah basah. Kugosok-gosoknya ke klitorisnya, aku jadi merinding dibuatnya. Desahan tak karuan pun keluar dari mulutku. Di satu sisi aku tahu ini salah, tapi di sisi lain, aku benar-benar menikmatinya.Setelah puas bermain-main dingan klitorisnya, kemaluanku segera ku arahkan ke lubang kemaluannya.


Tetapi kakakku bilang “Jangan dimasukan, aku masih perawan. Ditempelkan dan digosokan aja seperti tempo hari”Akupun mengangguk dan segera ku tempelkan dan kugosokan kemaluanku ke kemaluan kakakku. Setelah beberapa saat kemaluanku ku tekan tekan ke lubang kemaluan kakakku maka crot…crot.. crott spermaku menyembur di perut kakakku.Dengan kemaluan masih menempel di perut kakakku, kami mulai bercumbu lagi, kujilat payudara kakaku sampai perutnya. Setelah itu kami mengambil posisi 69.


Aku pun mulai menjilati kemaluannyanya yang sudah basah oleh cairan kewanitaannya. Sementara ia menjilati kemaluanku.Kami saling berpelukan bugil, setelah puas bermain, kami pun menuju kamar mandi, namun belum sempat bermain di kamar mandi, kudengar suara mobil orangtuaku. KAmi cepat-cepat kembali ke kamar dan berpakaian. Saat orangtua kami masuk, aku sudah berpakaian lengkap sedang kakaku pun sudah berpakaian lengkap dengan jilbabnya. Sejujurnya saat itu aku sedang tegang dan gugup.


Untunglah orangtuaku tak curiga. Kami pun ternsenyum berdua dengan penuh arti. Sejak saat itu kami saling memuaskan walupun tidak sampai memasukan kemaluanku kedalam kemaluannya karena aku takut kakakku kehilangan keperawanannya. Kadang-kadang kami juga main di sofa, di lantai, dan kamar mandi.

Cerita Sex Panas Mbak Desy Pelampisanku

Cerita Sex Panas Dewasa Pijatan Hot Ayu, Ini sering tidak diperhitungkan oleh pengembang, dan bangunan dibuat sebanyak mungkin tetapi fasilitas parkir tidak dipertimbangkan. Bahkan, berharap banyak pelanggan datang atau tidak.


Setelah belanja berbaris antre sebentar untuk membayar belanja. Kemudian saya kembali ke tempat parkir untuk mengambil mobil saya. Tanpa perlu roda, saya perlahan memutar mobil kiri ke kiri meninggalkan tempat parkir di supermarket yang ramai.


Dekat dengan supermarket, saya melihat tanda di SR Massage Institution! Saya begitu rileks sehingga hal yang salah adalah menghentikan pemulihan fisik saya sedikit, jadi saya pikir ketika saya memutar mobil saya ke tempat parkir yang cukup nyaman karena ada satu mobil atau dua mobil yang diparkir di sana ditambah beberapa sepeda motor.


Seorang wanita paruh baya menyambut senyuman manis dan ingin mendapatkan pijatan pijat, silakan masuk. Saya telah masuk dan membuat album dengan beberapa gambar dari beberapa tahanan. Dia menarik perhatian saya ke wajah manis.


Meskipun gambar asli dan asli biasanya berbeda, saya memilih mereka dan menyiapkan album untuk ibu yang bekerja sebagai resepsionis. Ini hanya wanitaku! Aku berkata. Oh, ini Ayu. Saya akan menelepon nanti, silakan masuk kamar nomor 5, mas! Saya memasuki kamar nomor 5, yang pada akhirnya, ada 10 kamar di dalam.


Tidak lama setelah masuknya seorang wanita muda, kali ini saya tidak kecewa, karena wajahnya jauh lebih cantik dari citranya. Kulitnya putih, rambutnya panjang di pinggang, bibirnya tinggi, payudaranya terjebak dengan pantat bulat dengan pinggang ramping.


Dia mengenakan setelan hitam dengan kemeja biru. Dia bertanya dengan terampil apa yang ingin saya minum. Hanya minuman ringan, jawabanku. Dia meninggalkan saya sejenak dan kembali dengan sebotol Fanta hijau dingin di tangan kanannya, sementara tangan kirinya membawa handuk dan body lotion.


Ini minuman, saudara saya, katanya, menawarkan saya minuman gas. Saya mengambil minuman dingin, mengangkat sedikit, lalu saya bertanya, siapa nama mbak? Meskipun ibu di depan memberi tahu saya nama mbak ini.


Ayu, Mas. Sering dipijat di sini? Dia bertanya kemudian. Kali ini saja jawabanku tulus. Jika Anda sering pergi ke tempat lain? Dia bercanda. Ah, tidak benar-benar menemukan waktu luangmu agak sulit. Hari ini kebenarannya cukup gratis sehingga Anda dapat berhenti di sini Slot Online Indonesia


Setelah membuka semua pakaian saya, saya memakai handuk hanya untuk menutupi tubuh saya. Dengan tubuhku di atas perutku, Io mulai bekerja denganku. Mulai dari telapak kaki sampai betis lalu ke paha. Ini tampaknya menjadi cara dasar bagi peminjam.


Hanya ketika paha atas saya dipijat, tangan Ayu berlumuran body lotion menyentuh paha bagian dalam, menyentuh kedua biji. Lalu pijat bagian tangan pantatnya, juga menekan anus berulang kali. Wow, adik perempuanku bergerak.


Dari sana dia mulai memijat pinggangnya ke bahu, lengan atas dipijat dengan kuat. Bagian belakang leher dan kepala juga merupakan jimat. Selama pijatan di pundak, tangan saya yang nakal bertindak di pantat saya. Io hanya tersenyum ketika dia berkata, Apakah kamu ingin mengubah buletin saya, saudaraku?


Kemudian saya diberitahu untuk membalikkan punggung, kompresi dada, terutama puting, jadi saya lelah tetapi lezat! Turun ke perut tangan trampilnya yang ditekan diam-diam sampai aku menguasai beberapa kali.


Masukkan angin, bro, kata Ayu. Aku kedinginan tetapi sepertinya ada seseorang yang ingin keluar dari tubuhku. Sementara Ayu D-Bodhi, ia memulai gerilya dengan jari vaginanya yang masih ditutupi celana. Dia mengambil payudaranya dari luar seragamnya.


Hampir satu jam Ayu bekerja, seluruh tubuh saya dieksplorasi oleh jari-jarinya yang fleksibel tetapi kuat. Di mana Anda perlu pijat? Dia bertanya padaku. Di sini, kepalaku masih pusing menjawab U. Seperti yang Anda tahu, kepalanya juga dipijat! Dia berkata dengan heran. Ini adalah kepala di atas, tidak menundukkan kepala, tersenyum. Hmm … apa itu benar? Dia tersenyum.


Dalam hal handuk yang menutup tubuh, jreng .. Penis saya penuh dengan jari. Gosokkan kepala penisku dengan jari-jarinya yang masih body lotion. Pindah ke batangku, Ayu mulai gemetar dengan lembut sehingga batang yang direbut berdiri lebih keras. Kocok dia, saudara? Permintaan Ayu. Cukup masukkan, itu tidak baik untuk menyingkirkannya. Setelah semua, jika Anda hanya mencampur, saya bisa tertawa pada lelucon saya sendiri.


Dia menciptakan pakaian formal, hanya bra dan compact disc yang terlalu kecil untuk menutupi payudaranya yang besar dan perbukitan tebal seperti Durian Bangkok. Wow, saya sudah telanjang seperti itu, jadi bagaimana Anda masih menggunakan CD dan BH? Protes saya. Bersabarlah, Pak! Dia mengatakan selama pengangkatan kait dada yang ada di depan, kemudian melepas CD. Ada penonton yang indah dari lembah yang indah dan gunung yang menjulang tinggi. Situs Slot Online Terpercaya


Ayu rekatkan putingnya, sambil menekan setiap payudaranya secara bergantian. Tangan kirinya mendominasi dan mendorong penisku. Saya merasa lambat, saya menarik pinggangnya dengan kuat ke tubuh saya, kemudian penis saya dengan kuat tegak, dan menunjuk ke vaginanya. Dia duduk di sisi saya dan memasuki Bahai yang licin dan terguncang dengan body lotion. Demikian pula napas ketika penisku masuk lebih dalam ke vaginanya, ah ya ah enak rasanya


Mawar pinggul, menggoyangkan pinggulnya ke atas dan ke bawah juga. Ketika pinggul saya turun, saya menekan pinggulnya sehingga penis saya tersangkut di vaginanya. Ketika pinggul saya naik, pinggul saya diturunkan sehingga penis saya bergerak menjauh dari vagina.


Dengan cara ini penis saya bisa masuk ketika saya memasukkannya ke dalam vaginanya. Ini membuat Ayu bugar, bergerak naik turun lebih cepat. Semakin cepat akses, si kecil akhirnya berteriak, Agh .. Aku mendapat blok! Sementara tangannya memegang bahunya dan tubuhnya melengkung ke atas dari tubuhku, vaginanya mengeratkan penisku dengan keras.


Kugoyang pinggulku ke kiri dan ke kanan, penisku yang masih menempel di vaginanya seperti menggosok di dalam tubuhnya. Lalu aku membalikkan punggungnya ke tubuhku. Dia mendorong kantongnya erat-erat dari belakang, mendesah dengan senang. Kedua belah pihak dipindahkan bolak-balik.


Kadang-kadang, Ayu melihat ke belakang, kadang ke samping, dan kadang-kadang melihat kekuatannya, mendorong penis saya ke vagina. Saya sedikit khawatir tentang teriakan kecil dan desahan dari kamar. Namun suara musik dari CD player melalui speaker besar cukup keras untuk menyembunyikan suara yang keluar dari mulut.


Setelah seperempat jam, melihat lagi, ah … egkh … aku keluar lagi! Kepalanya lalu menoleh ke belakang, menerima bibirnya yang bengkak. Payudaraku berkurang, masih memegang tanganku. Setelah beberapa menit aku merasa bahwa lahar panasku menekan … dan … jroot … jrooot … jroot … jrot, semprotkan air manis ke dalam vaginanya dengan deras.


Bulay sangat dermawan, dan dia tampak hampir glial, dan bercampur dengan cairan vagina Ayu. Rendam di tempat tidur, pegang tangan mereka erat-erat.

Cerita Sex Panas Dewasa Pijatan Hot Ayu

Cerita Sex Panas Threesome dengan Mbok dan Mbah - Saya ingin menceritakan kehidupan di masa lalu ketika saya tumbuh menjadi seorang anak laki-laki. Saya hanya bisa mengingat hidup saya lebih sepenuhnya sejak saya berusia 15 tahun.


Pada usia itu saya berada di kelas dua SMP di sebuah desa di daerah terpencil, jauh dari keramaian dan kehidupan modern. Rumah saya hanya terbuat dari anyaman dinding bambu, lantai dasar dan terletak di luar desa.



Kami adalah keluarga miskin, mungkin jika menurut ukuran pemerintah ada keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Saya tinggal dengan ibu saya, yang saya sebut simbok, dan nenek saya yang saya sebut mbah. Kami hanya bertiga. Mbok bercerai darimu sejak aku lulus dari sekolah dasar. Saya tidak tahu apa penyebabnya, tetapi apa yang saya pikirkan adalah Anda meninggalkan rumah dan tidak tahu situasinya. Janda itu sudah ada selama 5 tahun karena kakek meninggal.


Saya ingat Mbah kakung (kakek) meninggal ketika saya masih di sekolah dasar. Jadi saya adalah satu-satunya pria di rumah, yang harus melakukan semua pekerjaan pria. Sementara mbok mencari nafkah dengan bekerja petani dengan mbah. Keduanya masih energik.


Ketika saya berumur 15 tahun mbok saya masih berusia 29 tahun dan mbah 42 tahun. Usia itu jika di kota besar masih relatif tua, tetapi di desa itu sudah tua. Tetapi keduanya dikaruniai tubuh langsing dan menurut istilah Jawa, singset. Mbokku mewarisi tubuh langsingnya. Meski keduanya sudah memasuki usia lanjut sesuai dengan ukuran desa, tetapi berbagai badan tidak melorot alias singset.


Wajah mereka tidak terlalu cantik dan biasa-biasa saja, tapi juga tidak jelek. Itu normal untuk orang desa, hanya wajahnya bersih dari bekas jerawat. Sejauh yang saya tahu mereka tidak repot-repot menjaga tubuh dan wajah, karena makan hanya mabuk dan mandi juga normal, tidak pernah tertutup dan sebagainya. Slot Judi Online


Baik mak dan mbah, tumit kakinya kecil dan kakinya ramping. Ini menjadi perhatian saya setelah saya dewasa dan tahu karakteristik wanita yang pandai memuaskan suami mereka.


Sedikit melenceng dari sasaran. Kebiasaan di desa kami adalah bahwa setiap rumah memiliki kamar mandi yang disebut sumur di luar rumah dan umumnya sedikit di belakang rumah. Tidak jauh dari sumur ada toilet besar. Sumur dan nayris lavatories tidak memiliki dinding penghalang. Hanya ada bangunan sumur bor dengan bibir tinggi sekitar 1 meter, kemudian tiang kayu untuk menggantung pakaian dan handuk.


Di sekitar sumur dan toilet ditumbuhi tanaman serai dan semak-semak lebat yang agak terlindungi. Saya, sebagai laki-laki, selalu bertugas menggambar dan mengisi air dalam ember untuk mandi, mencuci piring, dan mencuci pakaian. Ritual mandi biasanya dilakukan pada pagi hari ketika mata mulai menyala sekitar jam 5 pagi.


Saya sudah terbiasa mandi dengan orang tua saya sejak kecil. Tidak ada rasa malu, jadi jika kita mandi tidak memakai basahan, atau sarung. Kami mandi telanjang. Mungkin bedanya adalah orang kota mandi berdiri di bawah pancuran atau berayun atau berbaring di bak mandi. Jika kita mandi penduduk desa biasanya jongkok. Hanya beberapa saat berdiri untuk membilas semua mayat setelah mandi.


Pada usia saya 15 saya baru mulai tertarik pada bentuk tubuh lawan jenis. Yang bisa saya lihat hanyalah simbok dan mbah. Tubuh Mbok ramping dan kulitnya kencang, payudaranya tidak besar, kakinya juga ramping. Pada usia hampir memasuki area 30, area itu masih bengkak. Mungkin itu karena ukurannya tidak besar sehingga payudara tidak menghisap. Rambutnya cukup tebal, rambutnya panjang bahu dan selalu diikat dan dibungkus.


Bentuknya tubuh tidak jauh dari mbok, dan tingginya juga sekitar 155 cm dengan ukuran yang sama, tetapi hanya tetes yang sedikit turun, tapi tetap terlihat cantik. Rambutnya juga tebal. Meski tubuh terlihat lembut, tapi perkasa karena mungkin mempengaruhi warna kulit yang tergolong coklat. Selera Mbah terlihat sedikit lebih besar dari simbok. Perut Mbah ditutupi dengan banyak lemak, jadi itu bahkan tidak cocok dengan perut.


Saya tahu seluk-beluk kedua tubuh mereka karena setiap pagi pagi dan malam kami selalu mandi bersama, telanjang bersama untuk waktu yang cukup lama. Jika di pagi hari selain mandi dan mencuci pakaian dan makan peralatan semalam. Karena tugas saya adalah mengambil air, saya tetap di pos saya sampai semua pekerjaan mereka selesai. Jika mandi sore lebih cepat karena selingan hanya mencuci piring.


Harap pembaca jangan protes terlebih dahulu, karena sekolah kami di desa mendukung ketika masuk ke 8 dengan pertimbangan bahwa siswa umumnya membutuhkan waktu untuk membantu pekerjaan rumah tangga di pagi hari dan memberikan kesempatan bagi siswa yang tinggal sekitar satu jam berjalan kaki dari sekolah.


Seingat saya, sejak saya disunat pada usia 12 tahun, atau setelah lulus dari sekolah dasar, saya sering merasa malu karena ayam jantan saya sering berdiri di pagi hari ketika mandi bersama. Sebenarnya penis berdiri sejak saya bangun di pagi hari, sampai mandi dia tidak surut. Mbok tidak tahu apa-apa, tetapi mbah sering mengolok-oloknya, kadang-kadang menepuk penisku perlahan dengan menyuruhku “tidur”.


Pada awalnya saya tidak malu, tetapi ketika saya semakin besar, penis saya tumbuh semakin besar dan di sekitarnya mulai tumbuh bulu. Anehnya, mbah selalu memberi perhatian dan kemudian pergi ke simbok. Mbok kemudian menjawab, “Cucumu sudah mulai tumbuh besar,” katanya.


Saya mengalami kesulitan mengendalikan penis saya, jika saya berdiri, sulit bagi saya untuk berbaring, meskipun saya menyirami air dingin. Yang membuat lebih tegang, para mbah terkadang memegang penisku seolah mengukur perkembangannya, mbok juga menyuruh Mbah untuk merasakan perkembangan penisku. Meskipun keduanya adalah orang tua kandung saya, tetapi namanya dipegang oleh tangan wanita, naluri laki-laki saya muncul. Penis saya semakin keras.


Kadang-kadang saya mencoba untuk tidak merasa malu, tetapi selalu dicegah oleh mbah dan mengatakan kepada saya untuk tetap diam. Dibandingkan ibuku, mbah lebih agresif. Pada usia 15 saya sudah memiliki tubuh seperti laki-laki. Tinggi badan saya lebih dari 165 cm dan penis saya terlihat gemuk dan keras dan panjangnya sekitar 15 cm.


Sebenarnya dengan saya yang besar tidak sesuai dengan ibu saya dan nenek saya mandi bersama telanjang. Tetapi karena saya sudah terbiasa menjadi anak kecil, saya masih dianggap anak kecil.


Apakah pantas untuk dipanggil bagaimana, sayangnya atau untungnya, hatiku lebih seperti bermain dengan penisku. Kadang-kadang tangannya ditutupi dengan sabun dan kemudian penis saya dikocok untuk waktu yang lama dan kemudian diikuti dengan menyabuni saya. Ibu juga kadang-kadang pergi bersamanya, meskipun penisku sudah tertutup sabun, dia juga gemetar dan menyentuh sakuku. Rasanya dorongan saya terpacu dan rasanya sangat baik. Jadi saya membiarkan mereka bertindak. Bahkan jika mandi tanpa ritual, saya selalu memintanya.


Tetapi sejauh yang saya ingat, meskipun itu terguncang sedikit lebih lama, saya tidak mengalami ejakulasi pada waktu itu. Saya sendiri tidak tahu bagaimana melakukan masturbasi, memahami anak-anak desa, yang mengakses informasi ke dunia luar masih sangat terbatas.


Saya tidak tahu apa awalnya tapi setelah berkali-kali saya dikocok dan terguncang sehingga kami sering saling berendam, saya menyabuni seluruh tubuh dan tubuh nenek saya. Dalam menyeka sabun, tentu saja saya bebas untuk menyentuh seluruh tubuh mereka. Saya suka mengambil payudara dan memutar puting susu. Juga suka menggosok rambut dan menjepit jari tengah saya di antara vagina. Mungkin itu naluri yang memandu semua gerakan. Saya bersumpah, saya tidak tahu bagaimana memperlakukan wanita pada saat itu.


Tetapi mereka berdua terdengar begitu senang, tubuh mereka yang ditempelkan ke tubuhku dan memelukku, sehingga penisku yang menjulang tinggi ke depan selalu menerjang bokong atau bagian atas vagina. Mbah terkadang membungkuk penisku untuk pergi di antara pahanya sambil memelukku erat. Saya paling suka posisi itu, jadi saya juga melakukannya untuk saya. Mereka sepertinya tidak keberatan, oke. Saya tidak tahu pada waktu itu bahwa hubungan itu telah memasukkan penis ke dalam lubang vagina.


Saya sering dipuji dan berkata kepada mbah saya. “Anakmu hebat, kamu tahu (panggilan seorang gadis Jawa), sepertinya dia kuat.”


Terus terang saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan kuat. Pada saat itu saya berpikir apa yang dimaksud dengan kuat adalah kemampuan saya untuk menggambar air, memisahkan kayu bakar dan mengangkat beban berat.


Pra dan nenek saya tidak menikah lagi setelah mereka berpisah dari suaminya. Saya tidak pernah menanyakan alasannya, karena saya merasa lebih nyaman hidup tiga dari ini daripada harus menerima kehadiran orang luar. Meskipun Anda naksir mbah, terutama ibu saya cukup baik.


Suatu hari kemudian saya dipanggil ibu saya setelah mereka berdua berbisik-bisik di kamar saya saat itu sedang asyik di lautan bambu untuk membuat layang-layang di teras rumah. Ibu saya duduk di sebelah saya.


“Le (Tole, istilah panggilan untuk anak laki-laki Jawa), kamu akan tidur malam ini di kamar dengan mbah dan simbok,” kata Mak.


“Ah, kamu tidak mau, ranjangnya sempit, kalau kamu tidur tiga,” kataku.


Tempat tidur mereka sebenarnya hanya dua kasur kapas yang tersebar di atas plastik dan tikar di lantai. Masih ada ruang untuk memegang tikar tambahan di sisi kiri atau kanan. Jadi jika Anda menambahkan satu bantal, Anda bisa tidur tiga, dengan catatan bahwa salah satu dari mereka tidur di atas matras.


Selama ini saya tidur di ruang bambu di ruang tamu. Di desa saya itu disebut bambu amben. Tidak ada masalah tidur di tempat tidur bahkan tanpa kasur. Aku tidur hanya di atas tikar dan ditemani bantal dan sarung lusuh.


Saya bertanya-tanya, tetapi itu tidak dijawab atau mbah, mengapa saya harus tidur bersama mereka malam itu. “Hanya patuh, anak-anak yang patuh, jangan terlalu banyak bertanya,” saran nenekku.


Saya begitu polos, apa yang saya bayangkan dalam pikiran saya adalah bahwa malam ini saya akan tidur dengan nyenyak dan menyentuh. Saya paling tidak senang ketika saya tidur dalam kontak dengan orang lain. Tidak sedikit pemikiran negatif yang terlintas.


Biasanya saya tidur jam 10 pagi, tetapi pada jam 8 malam saya diseret ke kamar mereka. Aku tidur di tempat tidur dengan mbah, di samping yang lain, aku tidur dalam tikaman.


Awalnya hanya tidur di punggungku, tidak lama setelah itu Mbah tidur memelukku. Terus terang saya merasa tidak nyaman dirangkul. Tapi saya ingin protes, jangan berani, jadi diam saja. Mbah menggosok wajahku, lalu dadaku. Saya mengenakan kemeja tua yang di beberapa tempat robek. Saya tidak tahu berapa lama itu digosok, saya menunggu dengan perasaan tegang. Saya tidak tahu di mana mereka akan membawa saya ke tempat tidur bersama dan sekarang Mbah sedang tidur memeluk saya dan menggosok dada saya. Sejujurnya, saya sangat tidak nyaman, tetapi saya tidak berani protes. Jika diberi kesempatan saya akan memilih untuk kembali tidur di luar di amben.


Tangan kanan mbah yang telah mengusap dadaku mulai merayap turun ke sarungku. Saya terbiasa tidur sarungan dan di dalamnya tidak pakai celana, karena selain menghemat penggunaan celana juga terasa lebih leluasa. Memegang gundukan penisku dari luar sarungnya. Tangan nenekku meremas, menghasilkan keteganganku. Bukan hanya penis yang dikencangkan, tetapi perasaan saya juga tegang, karena takut apa yang akan terjadi selanjutnya. Saya terdiam, selain berdebar-debar, penis saya menjadi bengkak di kulit mbah.


Dia menarik sarungnya sehingga bagian dari pangkal paha terbuka. Kamar tidur rumah kami hanya lampu minyak yang telah diminimalkan sejak itu. Jadi pandangan saya hanya redup.


Dia meraih penisku lalu memegang kemaluanku yang telah mengeras dengan sempurna. Itu luar biasa, tetapi saya juga takut, sehingga detak jantung saya semakin keras. Mengguncang kemaluanku, sampai akhirnya aku dibuai dan rasa takutku terlupakan. Tanpa disadari, saya menghela nafas dengan baik.


Saya tidak tahu kapan mbah itu membuka bagian depan kemejanya sehingga ketika kepala saya ditarik ke dadanya, wajah saya merasakan kelembutan payudaranya. Mulutku ditujukan pada puting susu dan aku diperintahkan untuk menjilati dan mengisap susunya. Saya mematuhi perintah itu dan naluri saya juga membimbingnya. Rasanya manis dan menjilat puting yang mengeras.


Meski tidak ada rasanya, tetapi bermain puting lebih enak daripada mengunyah marshmallow. Setelah bergantian kiri dan kanan saya diminta oleh Nenek untuk mengendarai tubuhnya. Saya telah menghapus makanan saya sehingga pantat saya telanjang. Saya hanya mematuhi perintah mbah. Saya merasa bagian bawah mbah juga terbuka. Saya merasakan gesekan berat menggerogoti perut saya. Sementara aku menghancurkan penisku yang dipegang oleh Mbah dan diarahkan ke lubang vagina. Saya diminta untuk mengangkat tubuh saya sedikit dan ketika ujung peler berada di depan lubang saya diminta untuk menurunkan tubuh saya perlahan.


Jangan pernah membayangkan dan memikirkan kesenangan dan sensasi ini. Jiwaku terasa mengambang di langit. Saya tidak ingat dan peduli siapa yang ada di bawah tubuh saya. Apa yang saya rasakan adalah wanita yang menyenangkan. Sensasi memasuki penisku perlahan-lahan ke vagina Mbah terasa sangat enak. Vagina terasa licin tetapi juga tidak mudah memasukkan penisku. Setelah seluruh batang ayam saya tenggelam, itu dimakan oleh vagina mbah, yang merasakan kehangatan dari lubang di vagina. Kami tinggal untuk sementara waktu dan saya membeku merasakan sensasi kenikmatan luar biasa yang tidak pernah saya rasakan begitu lama dalam hidup saya.


Sesaat kemudian Mbah sedikit mendorong tubuhku dan menariknya kembali. Mbah mengendalikan gerakanku dengan memegang tangannya di bagian pantatku. Saya tidak mengharapkan kesenangan yang luar biasa ini. Embun terdengar mendesis dan merintih. Saya bergerak lebih cepat dan lebih cepat dengan perasaan senang yang mengalir dari selangkangan saya ke seluruh tubuh.


Seingat saya, saya tidak bergerak terlalu lama, karena kemudian ada ombak lezat yang mendera tubuh saya dan mengakibatkan kontraksi di penis dan semua otot di bawah. Saya merasa seperti sedang mengeluarkan sesuatu dari uretra. Tanpa diberi perintah selama proses rilis saya mengubur penisku jauh ke dalam vagina.


Rasanya lega dan jatuh setelah semua sperma saya tumpah. Mbah mendorong tubuhku untuk berbaring di sampingnya dan semua sendi saya terasa lemah. Mbah bangun dan mengambil kain lembab untuk membersihkan seluruh selangkangan yang penuh cairan sperma dan cairan dari vagina.


Penisku layu perlahan sampai proses pembersihan selesai. Mbah saya melihat juga membersihkan vagina dengan kain lain. Setelah kami berdua bersih, mbah beralih ke matras saat dia tidur di sampingku. Permainan Slot Indonesia


Dia seperti mbah sebelum tidur, memelukku dan tangannya meremas-remas penisku yang tidak bersemangat. Remas mac membuat penisku berkembang per bidang sampai akhirnya ketegangan mengeras lagi. Tapi itu tidak terasa sensitif.


Mengetahui bahwa penis saya telah mengencang dengan sempurna, mak mengatakan kepada saya untuk beristirahat di tubuhnya seperti mbah tadi. Tangannya membawa penisku masuk ke lubang vaginanya. Saya sudah mengerti dan saya segera menekan batang penisku ketika rasanya penisku sudah mulai memasuki lubang hangat. “Perlahan, sakit,” kata Ma’am.


Aku menuruti perintahnya dan perlahan menekan penisku ke lubang vaginanya yang juga terasa hangat dan terjepit. Setelah semua masuk saya mulai semangat. Itu enak dan saya lupa tentang sekitarnya. Perhatian saya hanya terfokus pada kesenangan yang sekarang tersebar di seluruh tubuh saya.


Aku terus mendesakku sampai dia menjerit seperti orang kesakitan. Tetapi ketika saya memintanya untuk memerintahkan saya untuk tidak berhenti dan terus mendorong. Teman saya seperti seseorang kehilangan ingatan saya. Tubuhnya kendur dan bergerak tak menentu sampai beberapa kali penisku dipisahkan dari vaginanya. Dia buru-buru meraih penisku untuk dimasukkan kembali ke dalam lubang vagina. Tiba-tiba dia berteriak “aduh aaaaah Aaaaaah aduhhh aaaah.” Tangannya menarik pantatku sehingga semua batang kemaluanku tenggelam. Aku menuruti kehendaknya dan penisku terasa seperti dia berulang kali dicengkeram oleh vaginanya. Saya tinggal sampai sedikit lebih lama, sampai tidak ada lagi perasaan berkedut di lubang vaginanya.


Sepertinya pasangan saya sudah sadar kembali. Dia bertanya dengan takjub, apakah dia kesakitan. Dia menggelengkan kepalanya dengan senyum dan menarik wajahku ke wajahnya dan menciumku di seluruh wajahku. Penis saya masih menempel di vagina. Naluri saya mendorong saya kembali ke gerakan naik dan turun seperti sebelumnya. Mak menghela nafas dan berteriak sedikit. Saya bahkan lebih bersemangat memompa dan gairah saya lebih terangsang oleh erangan. Sepertinya saya akan merasakan lagi sperma keluar, gerakan saya semakin cepat mengeras, sampai saya ingat ibu saya menggosok rambut ibu saya. Saya tidak peduli apa pun kecuali segera mencapai puncak kesenangan.


Ketika puncak kenikmatan muncul, saya mengubur penis saya jauh ke dalam vagina pus saya dan saya memecat sperma saya berulang kali. Pasangan saya menarik tubuh saya erat-erat dan saya merasa penis saya terjepit. Sensasi luar biasa dari kenikmatan yang saya rasakan.


Aku tinggal untuk sementara waktu sampai akhirnya penisku keluar dari lubang vagina karena mengecil. Aku berbaring di samping ibuku dan merasakan perasaan luar biasa lemah dan kantuk. Saya melihat pasangan saya sedang tidur dan mendengkur dengan lancar. Mbah melakukan pekerjaannya untuk mencuci penisku dan memeknya. Maka saya tidak ingat lagi.


Saya terbangun karena dorongan untuk buang air kecil. Di sisi dapur rumah kami memang ada toilet kecil khusus untuk buang air kecil. Penisku mengeras terhadap keinginan untuk buang air kecil, tetapi setelah air kencing dilepaskan, penisku masih gemuk. Dia semakin lantang ketika saya mengingat peristiwa yang baru saja saya alami.


Ketika saya masuk, saya melihat mak dan nenek saya tidur tanpa penutup di bagian bawah. Teman saya sedang berbaring, tetapi nenek saya masih merokok saya untuk tidur di sebelahnya. Saya patuh dan saya langsung tidur sambil memegangi nenek saya, tangan saya langsung meremas kedua potongan payudara nenek yang terasa masih tebal. Puting susu saya berliku-liku dan terkadang saya mengelapnya. Nenek mengerang – mengerang saya memperlakukan itu. Dia kemudian meminta saya untuk menekannya lagi. Saya telah memahami dan meletakkan penisku di lubang di bagian bawah tubuhnya. Perlahan aku menekan agar seluruh kemaluanku tenggelam ke dalam vaginanya.


Pada awalnya saya perlahan-lahan meningkatkan, tetapi bersama dengan erangan nenek saya, saya menjadi lebih bersemangat mendorong lebih cepat. Nenek saya seperti ibu saya, dia menjerit jeritan kesenangan dan kemudian kakinya melilit pinggang saya begitu erat sehingga saya tidak bisa bergerak. Saya merasa vaginanya berkedut. Aku tidak bergerak sampai nenek mengendurkan kunci kakinya. Saya kembali untuk menjemput nenek saya dengan gerakan panjang dan cepat. Tidak lama setelah nenek kembali mengunci tubuh saya dan saya kembali merasa ayam jantan saya dijepit oleh vagina. Seingat saya, pada saat itu mbah berulang kali, sampai akhirnya dia meminta saya untuk berhenti, karena katanya dia tidak kuat dan tubuhnya lemas.


Saya masih penasaran karena saya belum mencapai puncak, saya melihat ibu saya terkapar. Saya beralih untuk menghancurkan. Dia bangun hanya dengan membuka matanya. Sementara itu penisku telah masuk ke vagina. Saya tidak peduli jika saya bangun atau masih setengah tidur. Saya terus mendorong sampai saat itu teman juga mengerang. Mak segera mengunci tubuh saya dengan kedua kaki sehingga saya tidak bisa bergerak. Meskipun saya merasa hampir mencapai puncak kesenangan. Rasanya vagina saya kencang sekali dan untuk semua kali. Ketika kunci di kakinya agak longgar aku terpaksa mendorongnya lagi sampai sebelum aku memuncak, aku kembali membungkus kakinya dan aku dengan paksa masih mendorong meskipun gerakannya pendek. Tapi itu bisa memberikan puncak kesenanganku. Aku bergerak menyemprotkan semen ke dalam vaginaku dan aku mengunci tubuhku erat-erat dan kedua tangannya juga memelukku erat-erat.


Aku tertidur sebentar dan bangun dengan perasaan menggeliat di penisku. Saya melihat ke bawah dan mbah sedang duduk dan bermain dengan penisku. Situasinya masih gelap. Aku mungkin tertidur selama satu jam, tapi penisku berdiri lagi. Malam itu saya bermain berkali-kali sampai hari itu agak cerah mungkin saya telah melepaskan sperma saya 5 kali.


Keesokan paginya kami suka mandi bersama dan saling sabun. Saya tidak berani bertanya banyak, karena mereka tidak menyebutkan kejadian tadi malam. Teman saya hanya mengingatkan saya untuk menjaga rahasia rumah tangga. Hari itu saya tidak pergi ke sekolah karena apa yang saya lupakan, apakah itu karena hari Minggu atau liburan sekolah. Mak dan Mbah setelah selesai membersihkan urusan rumah tangga mereka membuat hidangan sederhana, lalu kami sarapan. Hari itu aku ingat bahwa pasangan dan mbah tidak ada di ladang, tetapi masuk ke tempat tidur.


Saya yang merasa tubuh saya lelah juga tertarik untuk ikut tidur bersama mereka. Selanjutnya saya kembali menyembah mbah dan mbah sampai saya keluar 3 kali. Kami sempat tidur sebentar sebelum bangun karena kelaparan di siang hari.


Mak dan mbah hanya memakai sarung untuk menyiapkan makan siang, kami makan siang di penyergapan tempat tidurku. Perutku terasa penuh dan mataku mengantuk lagi.


Saya memilih tidak di tempat tidur empuk tempat si mak dan mbah biasa tidur. Saya tidak tahu berapa lama saya tertidur dan kemudian bangun karena ada sesuatu yang menggelitik di selangkangan saya. Ternyata, dan saya memainkan penisku. Mereka berdua menggendong penisku. Akhirnya hingga senja saya bisa menyemprot sperma dua kali.


Malam itu saya masih sempat menyemprot sperma setelah bergantian mbah saya. Selanjutnya, hampir setiap malam saya harus melayani keinginan orang tua saya sampai saya tumbuh dewasa. Kami menjaga kerahasiaan sedekat mungkin. Hebatnya, ibu saya dan saya tidak hamil karena hubungan kami. Mereka memiliki resep rahasia untuk keluarga berencana.


Meskipun keluarga kami miskin. Tapi hidup kita sangat bahagia. Saya melanjutkan seolah-olah saya akhirnya bisa mendapatkan gelar Sarjana. Sejak saya kuliah, saya jarang melihat mereka, karena Anda harus pindah ke kota. Tetapi setiap bulan saya mengunjungi mereka dan menghabiskan akhir pekan menghasilkan nafsu.


Sejak saya di perguruan tinggi, saya memiliki kesempatan untuk merasakan beberapa vagina pada usia yang sama dan lebih muda dari saya. Harus diakui bahwa vagina saya masih kurang menyenangkan daripada vagina vagina dan nenek saya.


Nenek saya, meskipun dia berumur 50 tahun dan sudah menopause, tetapi vaginanya masih luar biasa. Vaginaku benar-benar legit. Mungkin karena tubuh orang tua saya ketat dan tidak gemuk, itu mempengaruhi klem vagina. Selain itu, jika saya perhatikan cairan vagina mereka agak tebal dan lengket, itu berbeda dari gadis-gadis lain yang lebih cair dan licin.


Sejak saya kuliah, saya membawa berbagai teknik baru untuk menghadapi mereka seperti seksualitas dan hubungan seksual dengan berbagai posisi. Pada awalnya dan nenek saya merasa tidak nyaman ketika saya mencium vaginanya, tetapi untuk waktu yang lama karena kesenangan mereka, mereka menjadi ketagihan.

Cerita Sex Panas Threesome dengan Mbok dan Mbah

Cerita Sex Panas Bercumbuh dengan Teman Istriku, Nama saya Heru, saya sudah menikah dan punya satu anak. Saya berusia 28 tahun, istri saya juga menua, namanya Lisa. Anak saya baru berusia 3 tahun, dan dia baru saja memasuki Playgroup. Sekarang, di sekolah saya ini adalah anak saya, istri saya mengenal teman anak saya. Namanya adalah Nita. Sebenarnya, pria Nita ini tidak terlalu imut, well, dia lumayan bagus. Menurut saya, ini lebih baik untuk istri saya.


Jadi, ketika kontak ini dengan Nita, saya tidak keberatan. Sampai waktu yang lama istri saya mulai bergaul dengan Nita. Mereka sering pergi bersama. Suatu hari, Nita menelepon istri saya untuk memberi tahu saya bahwa dia dan keluarganya memiliki voucher untuk menginap satu malam di hotel bintang lima di Jakarta. Dia mengatakan kepada istri saya untuk mencoba fasilitas yang disediakan oleh hotel. Sekarang, karena ada peluang untuk berenang, kebugaran dan lain-lain secara gratis, maka saya juga tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.



Sore hari, saya mengikuti hotel. Sesampainya di sana, saya langsung menuju ke kolam, karena Nita sudah berjanji akan menunggu di sana. Benar, ketika saya melihat kami berdua datang, Nita segera memanggil, melambaikan tangannya.


“Hai Lis, dia …”


“Hai Nit … Di mana suamimu dengan anakmu?” Tanya istriku.


“Biasa, mereka berdua tidur …” kata Nita.


“Kalian berdua … Di mana anakmu?”


“Tidak ada tindak lanjut, Nit … Karena rumitnya mengundang anak kecil,” kataku.


“Sekarang, sekarang, apa yang kamu lakukan, kamu berdua ingin berenang atau tidak? Atau hanya ingin kebugaran?”


“Pergi ke Fitness, Nit”


Artinya, setelah itu kita pergi ke gym. Dan setelah berganti pakaian di ruang ganti, kami bertiga mulai bekerja sama. Ini juga menyenangkan, jadi kami tidak merasakan kebugaran hampir tiga jam. Wow, tubuh lelah. Ketika selesai, kami bertiga terus berkumur di ruang ganti, dan langsung menuju ke Pusaran Air.


Sekarang, sampai di sini kita sama-sama bingung, karena ruang whirpool hanya satu. Wow, bagaimana dengan itu? Tetapi akhirnya kami hanya mencobanya, dan ternyata anak perempuan dan laki-laki adalah satu ruangan. Wow, malu juga … Selain itu, Nita, karena kami bertiga baru saja dibungkus dengan handuk yang sama. Setelah masuk ke dalam, saya terkejut, karena di dalamnya saya melihat seorang gadis berjalan masuk … Nude. Wow … Ini buruk. Setelah lirik saya, ternyata Nita juga melihat seorang gadis yang sepertinya sangat keren. Ketika kami berdua terkejut, tiba-tiba kami diberitahu oleh gadis penjaga loker. Game Slot Terbaik


“Mari Mbak, Mas … aku simpan handuknya,” kata loker Mbak dengan suara lembut.


“Ha? Disimpan?” Saya bertanya, bingung.


“Hi-hi-hi … Ya, bro, itu aturannya … Jadi air kolamnya tidak kotor …” kata Mbak dengan senyum muram.


“Wow … aku mati”, hatiku ada di hatiku, aku harus berpakaian di depan satu, dua, tiga … Empat wanita? Sementara itu, saya melihat istri saya dan Nita juga melihat satu sama lain dalam kebingungan. Akhirnya saya putuskan,


“Hm … Dengar, Nyonya … Mari kita lihat dulu … Lalu jika kita ingin berendam, kita taruh handuk di sini”


“Ya …” katanya lagi dengan senyum penuh gairah. Lalu dia segera keluar dari ruangan.


Setelah tinggal tiga tahun, istri saya segera melihat Nita,


“Bagaimana , Nit?”


Meskipun Nita masih belum berbicara, istri saya langsung berkata,


“Ya, itu … Mari kita lanjutkan,” katanya, sambil menarik handuk.


“Sudah, Nit … buka saja … tidak apa-apa,” kata istriku lagi.


“Benar, Lis? Dan bagaimana dengan Heru?” Nita bertanya, melirikku dengan malu-malu.


Pada saat itu, saya hanya bisa menyerah, dan saya berharap burung saya tidak akan bangun. Karena jika kamu bangun itu buruk, Nita bisa tahu karena aku hanya dibungkus handuk.


“Tidak apa-apa … Katakan saja kita memberinya pandangan gratis,” kata istriku lagi.


Sayangnya, saya benar-benar tidak mengharapkan istri saya menjadi baik. Karena dia biasanya cemburu. Akhirnya, perlahan Nita juga ingin melepas handuk. Oh bro … Begitu dia melepas handuk aku bisa melihat kedua tempat … dan … kotor … empedu … sangat tebal! Saya langsung menelan air liur saya sendiri … menatap kosong ke tubuh Nita. Melihat situasi saya sebagai pria yang memalukan, istri saya terus tertawa. Meskipun Nita masih berusaha menutupi vaginanya dengan kedua tangan.


“Kenapa dia … Jangan bingung, sekarang kamu harus membuka handuk,” kata istriku lagi.


Sibuk … Bagaimana saya telanjang di depan Nita? Tetapi karena saya takut istri saya akan berubah pikiran nanti, saya hanya melepas handuk saya. Seiring dengan gerakan yang saya ambil dari handuk, saya melihat Nita segera berbalik.


“Kenapa, Nit … tidak apa-apa … Sebelumnya, Heru juga melihat ke dalam tubuhmu, jadi itu terbangun … Lihat,” istriku melihat burungku lagi. Akhirnya, Nita melirik burung saya juga, dan … Wow … pangkal burung itu kurang ajar, jadi kedua gadis itu diuji, perlahan tapi pasti dia bangun. Perlahan mengangguk, jadi akhirnya itu aneh. Wow, aku benar-benar gila, aku …


“Tidak, Nit … Memang benar dia membesarkanmu Nguyenatin Kamuy …” kata istriku lagi. Melihat burung saya, yang tegang, akhirnya keduanya tidak tahan lagi. Pada tawa yang keras. Mendengar tawa mereka, gadis itu sendiri langsung melihat … dan ketika saya melihat burung saya, dia juga tertawa.


“Wow, dia … Dia tidak tahan lagi …” dia berkata kepada istriku, melirik ke arah Burungku. Akhirnya, alih-alih terus menjadi bahan tertawaan, hanya berjalan lurus, saya menuangkan ke kolam renang whirpool. Segera, istri saya dan Nita mengikuti. Akhirnya, kami berdua memandikan kolam renang. Tapi segera dia bangun …


“Ma’am, tuan, ya, Kak … Mmm … Tapi jangan sia-siakan …” katanya, menunjuk selangkanganku. Dia adalah seorang gadis, rupanya, dari saat dia melihat bahwa burung saya masih tegang.


Segera saya mencoba untuk menutupi burung saya menggunakan kedua telapak tangan. Tersenyum girly, akhirnya dia meninggalkan ruangan. Yah, selama kami bertiga tinggal, istriku segera berubah. Sekarang saya berada di tengah-tengah keduanya.


“Dia … Bagaimana dia hanya tegang?” Tanya istri saya sambil memegang burung saya. Aku hanya bisa menggelengkan kepala ketika aku melirik Nita.


“Ya … Sulit, seperti batu karang,” kata istriku lagi. Kemudian, tanpa tebakan saya, dia segera memberi tahu Nita.


“Di sini, bro … Apakah kamu ingin mencoba untuk menjaga suamiku seekor burung atau tidak?”


Hah? Saya sama seperti Nita, sangat terkejut.


“Bro … Bisakah kamu, Lis?” Tanya Nita.


“Ya, tolong … Ini sangat sulit,” kata istri saya lagi. Perlahan-lahan, Nita mulai merangkak pahanya, lebih lama dan lebih lama, sampai akhirnya saya memegangnya, torpedo saya. Wow, itu sangat bagus.


“Ya, kamu tahu, Lis … Bagaimana bisa seperti ini, alangkah bagusnya jika kamu memasukkannya, Lis,” kata Nita lagi sambil terus menggosok hidungku. Wow, aku tidak tahan lagi, tanpa meminta izin istriku lagi, langsung, aku tarik Nita, aku menghancurkan bibirnya … sementara tanganku merusak payudaranya.


“Ah …” Nita melambai. Aku segera mengangkat Nita keluar dari air, aku duduk di tepi kolam … Aku membuka lebar kakiku, dan … Aku langsung membasahi wajahku ke tenggorokanku, jadi Nita mulai mengerang. Sementara istri saya masih menggoyangkan burung saya. Akhirnya, karena saya tidak tahan lagi, kami bertiga pergi ke tepi kolam.


“Ubah, Nit … Biarkan Heru melihat vaginaku, aku juga ingin …” kata istriku dengan antusias. Karena dia sangat manis, terus berjalan, saya memicu vagina istri saya. Saya menggigit klitorisnya sehingga dia berantakan. Nita tidak diam, karena saya sibuk lagi, dia hanya mengambil burung saya, lalu memasukkannya ke mulutnya. Wow … aku tidak berpikir itu benar-benar mati. Sepertinya kita berdua tidak ingat hal lain, tidak masalah jika seseorang masuk.


Setelah beberapa saat, istri saya tidak memeluknya lagi.


“Ayolah, dia … cepatlah … aku tidak kuat lagi …” dia mengakui dengan sungguh-sungguh. Akhirnya, karena saya juga tidak tahan lagi, saya hanya menarik burung saya keluar dari mulut Nita, lalu saya masuk ke vagina istri saya. Saya sangat … sangat baik, karena saya terus mendorong masuk dan keluar. Nita tidak berdiam diri, menghancurkan payudara istriku, dia terus memandangi penisku. Wow … terasa sangat … Luar Biasa! Segera setelah itu, mungkin karena terlalu terangsang, istri saya berteriak sedikit … Mengatakan kepuasan … Jadi saya merasakan sesuatu yang sangat hangat di dalam vaginanya. Melihat istri saya selesai, Nita langsung meminta harapan.


“Yah … Sekarang aku mungkin tidak merasakan pipi suamimu, Lis?”


“Tentu saja tidak apa-apa, Nit …” jawab istriku, mencium bibir Nita. Setelah mendapatkan lampu hijau, Nita segera mengambil burung saya yang terlampir (tapi masih tegang dengan benar) dan terus membimbingnya ke dalam lubang tubuh Kate ditutupi dengan scrubbing. Situs Slot Online


Saat aku memasukkan burung kecilku ke lubang vaginanya, dia berkata “ahhhh…aduhhhh”.


“Ayolah, dia … Lalu, dia … Aku mencintaimu …” Sepertinya Nita benar-benar senang. Ketika saya bergoyang, istri saya menjilatnya. “Sudah, Lis … Dia … aku cinta kamu berdua …”


Intinya adalah bahwa selama istri saya dan saya bekerja, mulut Nita terus berlanjut. Kemudian, mungkin karena istri saya tidak mau mendengar desas-desus tentang Nita, dia akhirnya bangun dan menunjukkan vaginanya ke wajah Nita. Nita dengan cepat menyambut vagina istriku dengan lidah keluar. Sampai sekitar sepuluh menit, kami bertiga berada di posisi itu, akhirnya aku tidak tahan lagi … dan … ahh … Aku merasakan ketegangan mengencangkan Nita, akhirnya … pertahananku akhirnya putus. Dan pada saat yang sama, kami bertiga merasakan sensasi luar biasa … Ketiga orang itu berpelukan satu sama lain, jadi … Aahh …


Begitulah caranya, lalu kami bertiga tenggelam dan tersenyum puas.


“Terima kasih, Heru … Lisa … Ini benar-benar pengalaman yang luar biasa untukku …”


“Haaa … haaa … aahh … Sama, Nit … Aku juga merasakan kegembiraan yang belum pernah aku bayangkan sebelumnya. Sayangnya suamimu tidak datang, Nit,” kata istriku.


“Bagaimana kalau kita mengundang suamimu kapan saja, mungkin tidak, Nit?”


“Lis benar … Ide bagus, tapi kita tidak bisa bicara langsung, Lis … Kita harus pergi dulu …” kata Nita.


“Setuju,” jawab istriku.


“Bagaimana dia … Bisakah aku?”


Untuk sesaat aku tidak bisa menjawab. Bayangkan, ketika saya ingin berbagi istri saya dengan suaminya, Nita? Rasanya seperti cemburu aku tidak bisa. Tapi, bayangkan perasaan yang akan terjadi jika kita bermain empat sekaligus … Wow …


“Ya, kamu akan mengaturnya nanti, Nit … Biarkan aku merasakan kehangatan membuka vaginamu … Ha … ha …” Aku akhirnya setuju.

Cerita Sex Panas Bercumbuh dengan Teman Istriku

Subscribe Our Newsletter